Milan Skriniar Inter 2022-23Getty Images

Milan Skriniar Tegaskan Pertahanan Inter Harus Lebih Baik

Milan Skriniar menerima kritikan yang ditujukan kepada Inter setelah mereka memperlihatkan performa tidak mengesankan di awal musim 2022/23 di seluruh kompetisi.

Inter mendapatkan empat kemenangan dan tiga kekalahan di Serie A Italia. Sedangkan di Liga Champions, mereka masing-masing memperoleh satu kemenangan dan kekalahan. Akibatnya, Nerazzurri berada di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan 12 poin, tertinggal lima angka dari Napoli yang berada di puncak.

Skriniar menyadari Inter sedang menjalani awal yang berat pada musim ini, sehingga mengundang kritikan dari fans. Skriniar menegaskan, Inter akan lebih baik di masa mendatang, dan diawali dengan berusaha meraih kemenangan atas AS Roma.

“Bukan tim atau pelatih yang menyalahkan barisan bek. Kami menerima kritikan secara global, karena seluruh tim yang bertahan, dan itu juga berlaku di sektor penyerangan,” ujar Skriniar dalam wawancaranya dengan DAZN dikutip laman Football Italia.

“Kami semua membicarakan hal ini bersama-sama. Tetapi kami menyadari, sebagai bek kami bisa dan harus melakukan lebih baik dari apa yang telah kami lakukan sejak awal musim.”

Skriniar merupakan bagian penting Inter di jantung pertahanan. Pemain berusia 27 tahun itu sempat meramaikan bursa transfer musim panas lalu ketika Paris Saint-Germain tertarik untuk memboyongnya ke Paris. Bahkan ketertarikan PSG tersebut masih berlangsung hingga sekarang.

“Saya berusaha memberikan yang terbaik untuk tim ini, berusaha memenangkan duel memperebutkan bola. Mungkin itu yang membuat fans menyukai saya. Saya merasa mempunyai hubungan yang baik dengan fans,” ucap Skriniar.

Skriniar juga melakukan pembelaan terhadap Simone Inzaghi. Pelatih Inter itu mendapat kritikan paling pedas, karena tidak mampu membuat tim lebih solid dibandingkan musim lalu.

“Dia tidak jauh berbeda dengan kami. Dia berbicara dengan kami, bercanda bersama-sama kami. Tapi ketika ada kalimat tegas yang perlu dikatakan, dia akan menyampaikannya,” imbuh Skriniar.

“Saya bisa bilang dia merupakan pelatih yang seimbang. Dia tahu kapan saatnya bersenda gurau dengan pemain, dan juga berbicara ketika ada kesalahan.”

Iklan
0