Bek asal Slowakia Milan Skriniar mengklaim Inter Milan tidak boleh larut dalam kebahagiaan karena kemenangan Scudetto musim lalu dan harus menargetkan untuk menjadi juara Serie A tahun depan.
Nerazzurri memenangkan gelar untuk pertama kalinya dalam 11 tahun, tetapi Skriniar juga menyayangkan beberapa perubahan yang terjadi di dalam tim pada bursa transfer musim panas ini.
Salah satunya adalah kepergian pelatih Antonio Conte, yang memutuskan keluar karena perbedaan pendapat mengenai strategi transfer klub, dan mantan bos Chelsea itu digantikan oleh Simone Inzaghi.
Apa yang dikatakan Skriniar?
"Kami adalah juara Italia, sekarang yang lain harus mengejar kami," kata Skriniar dalam wawancara dengan La Gazzetta dello Sport. "Rasanya luar biasa menjadi juara."
"Kami pantas mendapatkannya dan melihat Scudetto di seragam kami pasti akan memberi kami motivasi untuk masa depan."
Ditanya tentang keputusan Conte, Skriniar mengatakan: "Conte mengejutkan saya, kami seperti keluarga dan ketika Anda menang, Anda selalu ingin terus bersama untuk mencapai target baru."
"Namun, pelatih membuat pilihannya dan wajar untuk menyapanya di media sosial, atas apa yang telah kami lakukan bersama. Tapi sekarang, tim tidak boleh memikirkan masa lalu dan harus fokus pada masa depan."
"Inzaghi terbukti menjadi pelatih yang sangat siap, kami ingin mencapai hasil yang memuaskan dengan dia dan stafnya."
Selain perubahan manajer, Inter juga menjual salah satu pemain bintangnya Achraf Hakimi ke Paris Saint-Germain seharga €71 juta untuk menyeimbangkan kondisi keuangan mereka.
Tapi, meski Skriniar juga meminta klub untuk mencari cara bagaimana menggantinya, dia juga yakin bahwa rekan satu timnya yang lain dapat mengisi posisi yang ditinggalkan Hakimi.
"Kami minta maaf untuk Hakimi, dia adalah pemain top dan kami akan merindukannya," tambah sang bek. "Klub dan pelatih harus memutuskan bagimana menggantinya, tetapi kami memiliki pemain yang siap untuk tugas itu dan kami juga dapat menjalani musim yang hebat tanpa dia."
"Kami tidak boleh fokus pada bursa transfer tetapi harus terus bekerja di lapangan untuk kebaikan Inter."
Dengan Christian Eriksen yang masih diragukan untuk bisa kembali merumput, Nerazzurri memutuskan untuk mendatangkan Hakan Calhanoglu dari rival sekota mereka AC Milan.
Skriniar tidak mempermasalahkan bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di masa lalu dan kini harus membela kubu yang sama, dengan pemain internasional Slowakia itu menyebut Calhanoglu sebagai pemain yang kuat dan hebat dalam bola mati.
"Dia adalah rekrutan baru dan tidak masalah dia bermain untuk Milan," ujar Skriniar.
"Kami senang dia bersama kami. Dia secara teknis sangat kuat dan sangat baik dalam hal bola mati."
