Champions League final 2005 - MilanGetty Images

Memori Final Istanbul, Eks Direktur: Tuhan Cemburu Pada AC Milan

Mantan direktur AC Milan, Silvano Ramaccioni masih merasa bahwa Tuhan cemburu pada Rossoneri hingga berakibat kegagalan dalam partai final Liga Champions 2004/05 saat melawan Liverpool di Istanbul.

Dalam laga yang berlangsung di Ataturk Olympic Stadium tersebut, sebuah momen dramatis yang dikenal dengan julukan 'Keajaiban Istanbul' terjadi, dengan Liverpool secara luar biasa menyamakan skor setelah sempat tertinggal 3-0 dan menyabte trofi juara berkat kemenangan melalui adu penalti.

Memori buruk di Turki itu sangat membekas dalam benak Ramaccioni, disebutnya sebagai salah satu yang terburuk dalam 32 tahun kariernya yang menjabat dalam berbagai peran sejak 1982.

"Saya tetap yakin, seperti yang saya katakan berulang kali, bahwa satu-satunya alasan kami kalah dalam laga tersebut karena Tuhan yang cemburu. Hanya itu satu-satunya penjelasan," kata pria berusia 81 tahun itu kepada MilanNews.it.

"Babak pertama kami luar biasa, sama sekali tidak ada indikasi tentang apa yang akan terjadi enam menit setelah jeda. Saya masih ingat ada penyelamatan Jerzy Dudek yang mementahkan Andriy Shevchenko pada menit-menit akhir waktu tambahan, luar biasa."

"Sayangnya, itu sesuatu yang terjadi. Saya harus minum obat penenang malam itu, karena saya tidak bisa tidur. Saya tidak percaya dengan apa yang terjadi."

Iklan
0