Manajer Arsenal Mikel Arteta menyebutkan ancaman yang diberikan Manchester City ketika kedua tim saling bentrok di Stadion Etihad, Kamis (27/4) dini hari WIB, tidak hanya datang dari Erling Haaland, tetapi juga penjaga gawang.
Haaland menjelma sebagai mesin gol City. Hingga saat ini, Haaland telah mencetak 48 gol dari 42 pertandingan di seluruh kompetisi. Bahkan ia mampu menyamai 32 gol dari 38 pertandingan milik bomber Liverpool Mohamed Salah, dan Haaland melakukannya dalam 28 laga.
Arteta mengakui tidak ada yang bisa dijadikan sebagai perbandingan untuk menggambarkan ketajaman Haaland di kotak penalti. Menurutnya, menghentikan Haaland menjadi tantangan tersendiri buat dirinya.
“Tentu saja mencegah sumber [datangnya bola] mungkin menjadi resep yang terbaik,” ujar Arteta dalam keterangannya kepada wartawan dikutip laman Football London.
“Jika Anda melihat jumlahnya (gol), tidak bisa dibandingkan dengan pemain lainnya. Dia mampu menciptakan itu, karena pemilihan skema untuk dia dilakukan dengan cara yang benar. Para pemain yang ada di sekitarnya, cara dia berlatih, kualitas yang dia miliki. Banyak hal yang sudah dilakukan di jalan yang benar.”
“Dengan keberadaaan dia, mereka memiliki kapasitas untuk bermain dengan cara berbeda. Ketika Anda bermain sangat jauh dari gawang Anda, mereka memiliki kapasitas untuk mengeksploitasi ruang terbuka.”
Kendati demikian, Arteta menyebut Haaland bukan satu-satunya pemain yang memberikan ancaman serius bagi Arsenal. Serangan City yang dibangun sejak dari kiper hingga ke depan perlu mendapat perhatian serius.
“Tentu saja [fokus ke Haaland]. Kami mempelajari kelebihan dan kelemahan mereka. Kami tahu bagaimana mereka. Masalah saat melawan tim seperti City sudah dimulai dari penjaga gawang. Dia sudah menjadi ancaman saat memegang bola,” ucap Arteta.
“Tapi kami harus fokus kepada diri sendiri. Kami tahu apa yang akan mereka lakukan dan coba. Mereka bisa melakukan banyak hal. Mereka bisa memainkan formasi kotak, diamond, dan membangun permainan dengan tiga pemain.”
“Mereka bisa asimetris di satu sisi, mereka bisa memainkan Bernardo [Silva] di kanan, dan bermain dengan formasi diamond dengan [posisi Kyle] Walker lebih tinggi. Pokoknya mereka melakukan banyak hal yang memaksa Anda harus cepat beradaptasi, dan fokus terhadap prinsip tertentu.”




