Pelatih Arsenal Mikel Arteta, memberikan motivasi untuk Bukayo Saka. Ia meyakini gelandang Inggris tersebut dapat bangkit dari keterpurukan yang sedang dialaminya.
Inggris gagal menjadi juara Euro 2020, karena dikalahkan Italia di partai final. Pasukan Gareth Southgate takluk lewat adu penalti dengan skor 3-2, setelah skor imbang 1-1 bertahan selama 120 menit.
Saka, Marcus Rashford dan Jadon Sancho, dinilai menjadi biang keladi kegagalan Inggris. Penalti ketiga pemain tersebut tidak ada yang mampu menembus gawang Gianluigi Donnarumma.
Pendukung Inggris yang kecewa langsung menyerbu akun media sosial Saka, Rashford, dan Sancho. Mereka menuliskan kata-kata rasial kepada ketiga pemain tersebut.
Sejumlah pihak mengutuk keras tindakan rasial yang diterima Saka, Rashford, dan Sancho. Federasi sepakbola Inggris (FA), siap memberikan hukuman berat untuk orang-orang yang melecehkan ketiga pemain itu.
"Saya pernah terpuruk, kita semua pernah. Dia [Saka] juga sudah pernah terpuruk. Namun, dengan dukungan, cinta, dan rasa kagum dari semua orang di dunia sepakbola, menurut saya itu adalah trofi terbesar bagi dia," kata Arteta.
Lebih lanjut Arteta, menegaskan kegagalan Saka di final Euro 2020, bukan akhir dari segala. Ia menyebut anak asuhnya itu sudah bermain gemilang di sepanjang musim ini.
"Dia telah menjalani musim luar biasa. Dia jadi pemain terbaik kami sepanjang musim, dia bermain untuk Inggris, dia berhak mendapatkan kesempatan di usia 19 tahun," ucapnya.
"Apa lagi yang Anda inginkan? Mungkin trofi, tapi Anda tidak bisa mendapatkan segalanya dalam sepakbola," ia menambahkan.


