Mantan wasit Inggris, Mike Dean, memicu badai kontroversi setelah mengungkapkan bahwa dirinya memainkan "permainan" khusus saat memimpin pertandingan di Liga Primer Inggris, di antaranya menantang dirinya sendiri untuk tidak menggunakan peluit selama mungkin, atau bertahan di dalam lingkaran tengah lapangan, dalam pengakuan yang memunculkan pertanyaan tajam seputar profesionalisme dan integritas kepemimpinan wasit.
Dean, dalam kemunculannya di program bintang mantan pemain Jamie Vardy, mengatakan bahwa ia menganggap tantangan-tantangan tersebut sebagai semacam candaan, seraya menyebut bahwa dalam beberapa pertandingan, sebelum penerapan teknologi wasit video (VAR), ia berhasil bertahan selama 20 hingga 25 menit tanpa meniup peluitnya, dan pada kesempatan lain ia mencoba bertahan di dalam lingkaran tengah lapangan selama sekitar 15 menit.
Pernyataan itu menuai kritik luas, setelah para pengkritik menilai bahwa mengubah pertandingan Liga Inggris menjadi ruang bagi tantangan-tantangan pribadi semacam itu memunculkan tanda tanya seputar sifat keputusan-keputusan wasit, terutama karena Dean telah memimpin ratusan pertandingan di kompetisi tersebut sepanjang kariernya.
Seiring meningkatnya kemarahan, mantan wasit itu terpaksa menjelaskan sikapnya melalui akun-akun media sosialnya, menegaskan bahwa pernyataannya tidak bertujuan merendahkan integritas kepemimpinan wasit di Inggris atau meragukan rekan-rekannya.
Dean berkata: "Selama 25 tahun sebagai wasit profesional, saya selalu menerapkan aturan permainan sebaik mungkin," seraya menjelaskan bahwa gayanya bertumpu pada membiarkan permainan tetap berjalan sebisa mungkin, dengan lebih menyukai penerapan standar tinggi terkait benturan, selama tidak memerlukan intervensi wasit.
Ia menambahkan bahwa pelanggaran-pelanggaran yang mengharuskan intervensi ia tangani dengan benar, seraya menekankan: "Bukan niat saya untuk merendahkan integritas kepemimpinan wasit di negara saya, dan saya selalu menghormati profesi serta tanggung jawab yang menyertai peran seseorang sebagai wasit."
Dean pensiun dari dunia perwasitan pada 2022, setelah memimpin lebih dari 550 pertandingan di Liga Primer Inggris sepanjang karier yang membentang lebih dari dua dekade.

