Michael Carrick mengakui bahwa ia berani menerima tawaran melatih Middlesbrough usai pengalaman menjadi caretaker di Manchester United pasca-pemecatan Ole Gunnar Solskjaer pada 2021.
Tiga pertandingan tidak terkalahkan saat menjadi pelatih sementara Man United meyakinkan Carrick untuk memimpin Boro di Divisi Championship.
Di bawah arahan Carrick, Setan Merah menang atas Villarreal di Liga Champions dan Arsenal di Liga Primer Inggris—dengan hasil imbang melawan Chelsea di antaranya—sebelum ia mengundurkan diri.
“Periode sebagai pelatih kepala sementara di United memberi saya kepercayaan diri untuk menegaskan kesiapan saya,” ucap Carrick dalam sesi jumpa pers perdana sebagai manajer Boro, Selasa (25/10).
“Itu adalah kurva pembelajaran, tapi tidak jauh dari apa yang telah saya lakukan sebagai pemain, mengambil banyak ilmu dari pertemuan dan sesi latihan.”
“Man United adalah hidup saya. Itu adalah bagian besar dari hidup saya dan Anda akan tetap terikat.”
"Saya merasa nyaman dalam peran caretaker, tapi Anda harus menjauh dan membuat jalan Anda sendiri,” tambahnya.
Ditanya apakah dia bakal marah-marah di ruang ganti seperti mantan pelatihnya di Man United, Sir Alex Ferguson, Carrick menjawab santai.
“Jika perlu, ya!” tutur pelatih berusia 41 tahun itu.
“Saya benar-benar keras kepala, jadi jika itu masalahnya, biarlah.”
“Saya harus melakukannya pada waktu-waktu tertentu sebagai pemain dan begitulah sebagai pelatih.”
"Ini bukan tentang menjadi pria baik dengan wajah bahagia sepanjang waktu."
“Tapi, apakah saya terlihat seperti orang Skotlandia yang marah? Anda harus menjadi diri sendiri. Ini zaman yang berbeda, namun saya tetap meminta wejangan dari Fergie,” pungkasnya.
Adapun Boro kini tercecer di urutan ke-12 klasemen sementara dan Carrick akan menandai debutnya sebagai manajer di markas Preston, akhir pekan ini.




