Berita Live Scores
Aston Villa FC

Siapa Michael Beale? Eks Pelatih Chelsea & Liverpool Pilar Karier Manajerial Gerrard

04.06 WIB 07/12/21
Gary McAllister Steven Gerrard Michael Beale Rangers
Bos baru Aston Villa itu mengaku girang memiliki Beale sebagai tangan kanannya.

Di samping Aston Villa yang mengumumkan di laman klub bahwa mereka telah menunjuk Steven Gerrard sebagai pengganti Dean Smith adalah catatan yang jauh lebih kecil.

Dalam pernyataan berisi 42 kata, mereka mengungkapkan lima anggota staf yang akan bergabung dengan mantan bos Rangers itu di Birmingham, termasuk legenda Skotlandia, Gary McAllister dan Michael Beale. Nama terakhir lebih kurang dikenal.

Kedua asisten telah bertemu mantan kapten Liverpool Gerrard di Anfield kala ia menyelesaikan kursus kepelatihannya pada akhir periode di klub masa kecilnya.

Setelah membela The Reds pada rentang 2000–2002, bahkan secara reguler bermain bersama Gerrard di lini tengah, McAllister kembali ke klub sebagai pelatih tim utama di bawah Brendan Rodgers.

Sementara itu, Beale, yang mengambil lencana pelatihan setelah terpaksa untuk menyelesaikan karier bermain pada usia 21 tahun. Ia melatih sejumlah tim akademi di Liverpool, menjadi salah satu tokoh kunci dalam produksi anak-anak berbakat, salah satunya Trent Alexander-Arnold.

Setelah mengakhiri hari-harinya bermain di LA Galaxy, Gerrard kemudian dibimbing oleh Beale saat ia mengambil langkah pertama melatih di Liverpool, tepatnya kala memimpin tim U-18.

Sebagai salah satu pemain terbaik di generasinya, Gerrard sudah memiliki pemahaman yang sangat baik tentang permainan dan tetek bengeknya, dalam hal manajemen ruang ganti dan di hadapan media.

Namun, dalam diri Beale, Gerrard melihat otak taktis yang bisa sangat membantunya di lapangan latihan.

"Apa yang tidak akan pernah saya lakukan adalah mencoba melakukan pekerjaan orang lain ketika mereka lebih baik dari saya dalam melakukannya," kata Gerrard.

“Butuh waktu 15-20 tahun bagi saya untuk menjadi sebaik Michael Beale sebagai pelatih di lapangan, memberikan sesi setiap hari,” tambahnya.

Mengidolakan ikon Belanda Johan Cruyff dan mantan pelatih Barcelona Sir Bobby Robson, Beale memulai karier kepelatihannya dengan berpaling dari sepakbola untuk mencari inspirasi. Ia memulai di akhir 90-an dengan memberikan pelajaran futsal kepada anak-anak di Bromley.

Awal mulanya mungkin sederhana tapi hasil pekerjaannya menarik perhatian bos akademi Chelsea, Neil Bath.

Beale unggul di Cobham, membantu mengubah remaja seperti Mason Mount, Reece James, Callum Hudson-Odoi, dan Ruben Loftus-Cheek menjadi pemain tim utama saat ia menaiki tangga kepelatihan.

Dia masih tetap dekat dengan Mount dan Declan Rice. Nama terakhir datang melalui jajaran tim muda di Chelsea.

Kedua pemain terus berkonsultasi dengan Beale secara berkala. Itu sekaligus menggarisbawahi seberapa tinggi pendekatannya yang sensitif dan merangsang untuk mengembangkan pemain.

"Orang-orang berpikir bahwa pembinaan hanya ketika Anda menjejakkan kaki di rumput, tapi sebenarnya bagaimana Anda mengelola orang setiap hari, bagaimana Anda membuat mereka peka, bagaimana Anda membuka pikiran mereka terhadap kenyataan hidup," kata Beale kepada GOAL pada Juli lalu.

"Jalan setiap orang itu unik, jadi saya percaya ini tentang Anda versus diri Anda sendiri. Saya suka mempromosikan mentalitas itu kepada mereka, bahwa hidup adalah tentang membuat diri Anda terkesan,” tambahnya.

Pada era sebelum pemain akademi diberi kesempatan promosi ke tim utama di Chelsea, Beale frustrasi dan memutuskan untuk hengkang ke Liverpool pasca-kesempatan bertemu dengan direktur akademi The Reds, Alex Inglethorpe, saat berlibur.

Merseyside Merah menawari Beale kesempatan untuk bekerja dengan asisten Pep Guardiola saat ini, Rodolfo Borrell dan Steve Cooper. Nama terakhir kini jadi manajer Nottingham Forest, sehingga memungkinkan Beale untuk melanjutkan pendidikan kepelatihannya sendiri.

“Pengaruh tim utama yang saya dapatkan di Chelsea, mengalir dari orang-orang seperti Mourinho dan Ancelotti, bagus, tapi saya lebih dekat dengan Brendan Rodgers dan Jurgen Klopp kala saya sebagai manajer tim cadangan di Liverpool,” tutur Beale kepada GOAL.

Di Anfield, sebagai pelatih tim U-23, Beale melihat langsung cara Klopp melakukan counter-pressing, pendekatan yang sangat modern dan merevolusi permainan.

Di Melwood, Beale juga bertemu dengan kiper legendaris Brasil, Rogerio Ceni, yang telah memulai tur Eropa saat dia bersiap untuk pindah ke manajemen, dan dia akhirnya meninggalkan Liverpool untuk menjadi asisten pelatih di Sao Paulo, tepat saat Gerrard kembali.

Beale kembali setahun kemudian, dan melakukan perjalanan ke Skotlandia Utara, setelah Gerrard diberi dipercaya sebagai manajer Rangers pada 2018.

Pasangan itu saling mengenal secara profesional tapi tidak sedekat itu. Gerrard membutuhkan sedikit waktu untuk membujuk Beale turut bergabung di Ibrox.

"Kami berbicara selama 30 menit dan itu mungkin percakapan terlama yang kami lakukan sepanjang waktu saya berada di dekatnya. Saya mengajukan beberapa pertanyaan dan menyukai apa yang dia katakan," ungkap Beale.

"Sangat menyenangkan membantu dia dalam pekerjaan pertamanya. Saya membuat keputusan saat percakapan berakhir,” ujar dia.

"Saya mengatakan kepadanya bahwa saya akan bertanya kepada keluarga saya terlebih dahulu dan memberi tahu dia pada hari berikutnya, tapi saya mencoba berpura-pura menjadi keren, berusaha terlihat seperti saya harus memikirkannya!,” pungkasnya.

Ini mungkin terlihat sebagai keputusan yang tergesa-gesa, tapi itu pasti keputusan yang tepat.

Gerrard, Beale, dan McAllister bergabung dengan brilian di Glasgow saat Rangers menggagalkan Celtic untuk merebut gelar ke-10 berturut-turut musim lalu dengan perolehan 102 poin yang sekaligus menjadi rekor klub.

Kini, mereka semua kembali ke Liga Primer Inggris, di Aston Villa, dengan proyeksi untuk membangunkan kembali raksasa yang sedang tidur. Dengan kehadiran Beale di kapal, rasanya Anda tidak akan mengesampingkannya.