Bek Borussia Dortmund, Thomas Meunier mengecam kebiasaan di klub lamanya, Paris Saint-Germain dan mengatakan budaya mengadakan pesta di sana sungguh keterlaluan.
Meunier, 28, meninggalkan kampiun Ligue 1 untuk bergabung dengan Dortmund secara bebas transfer pada Juni lalu setelah melewatkan empat musim di ibu kota Prancis.
Sang pemain asal Belgia sukses memenangkan tiga titel liga selama di PSG, namun mengatakan dirinya terkejut dengan kehidupan glamor para pemain yang ada di sana.
"Tidak ada apa-apa, hanya pesta ulang tahun - luar biasa," kata Meunier kepada RTBF. "Ketika saya di bruges, kami merayakan ulang tahun dengan bermain dart [lempar anak panah] atau biliar di bar, tapi di sini pestanya keterlaluan."
"Tapi itu hanya mencerminkan klub: menyewa istana, gedung, mengadakan pesta dengan ratusan orang. Saat itulah Anda melihat bahwa mereka lebih dari sekadar pemain sepakbola, mereka adalah bintang."
"Saya selalu menikmati masa-masa itu namun sedikit berlebihan dan 'apakah Anda melihat saya?' Tapi itulah bagiannya, bagian dari permainan."
Pelatih PSG, Thomas Tuchel pernah berselisih paham dengan Neymar pada Februari lalu setelah sang bintang Brasil mengadakan pesta ulang tahun dengan rekan-rekan setimnya hanya dua haru menjelang pertandingan Ligue 1 melawan Nantes.
Meunier juga mengatakan dirinya tidak terkesan dengan sikap PSG sebelum menuntaskan transfernya ke Dortmund.
"Saya ingin sekali bermain," tambahnya. "Saya bersama agen saya di Dortmind dan saya hampir berlutut meminta izin agar membiarkan saya mengakhiri musim di Liga Champions bersama PSG."
"Saya sekadar mengemasi tas saya dan menerima surat dari pengacara klub yang mengatakan saya tidak lagi diterima dan tidak boleh lagi datang ke latihan, bahkan di pekan terakhir saya. Saya merasa itu sulit dipercaya.."
PSG sukses mengalahkan dortmund di Liga Champions untuk meraih tiket menuju perempat-final, di mana mereka akan menghadapi Atalanya dalam turnamen mini di Lisbon.




