Presiden Barcelona Joan Laporta mengaku tetap tidak akan bisa mempertahankan Lionel Messi bahkan jika seandainya mereka melepas Antoine Griezmann lebih awal karena kondisi finansial klub yang tidak stabil.
Blaugrana tahu mereka dalam situasi yang terdesak ketika membicarakan masa depan Messi pada musim panas ini, dengan pemenang enam Ballon d'Or tersebut memasuki tahun terakhir dalam kontraknya di Camp Nou.
Kesepakatan lisan mengenai kontrak baru sudah tercapai dengan sang ikon Argentina, namun tidak sampai di atas kertas dan Laporta, yang kini berusaha menyehatkan kembali keuangan klub, masih meratapi kepergian superstar timnya ke Paris Saint-Germain.
Laporta mengatakan kepada Esport3 tentang kepergian Messi dan mengakatan bahwa sekali pun ada pemain lain yang bersedia menerima pemotongan gaji drastis tidak serta merta bisa membuatnya bertahan: "Apa yang terjadi adalah apa yang telah dijelaskan."
"Ada data objektif. Semua orang bisa membandingkannya. Kami mendapat tekanan bahwa kami harus menandatangani [perjanjian La Liga dengan sponsor] pinjaman dari CVC atau tidak akan ada fair play."
"Tidak ada margin. Ada praperjanjian [dengan Messi] dan kami sudah sepakat. Ada beberapa kesepakatan dan La Liga sepertinya menerimanya, namun kemudian mereka mengatakan tidak tanpa CVC. Kami tidak berpikir situasinya seperti itu dan kami pun mengakhirinya."
"Messi tidak bisa bertahan bahkan dengan kepergian Griezmann dan pengurangan gajinya. Tetapi penting bagi kami untuk menurunkan batas pengeluaran gaji karena tahun depan kami bisa lebih ambisius."
"Saya pikir kami berdua sedih karena situasinya tidak seperti yang kami inginkan. Saya belum berbicara dengan Messi sejak itu. Saya melihat debutnya bersama PSG dan aneh melihatnya di tim lain, rival. Saya tidak suka melihatnya memakai kostum lain."
