Eks presiden Barcelona, Joan Laporta mengakui dirinya takut Lionel Messi mungkin tidak akan memperpanjang masa tinggalnya karena tidak nyaman dengan internal klub saat ini.
Messi terikat kontrak di Camp Nou hingga 2021 dan hubungannya dengan presiden Barcelona saat ini, Josep Maria Bartomeu jauh dari sempurna sehingga membuat ekstensi kontraknya menjadi rumit.
Sementara Bartomeu baru-baru ini menyatakan keyakinannya bahwa sang superstar Argentina akan meneken kontrak baru dan menghabiskan kariernya di Barcelona, Laporta justru berpendapat sebaliknya.
Meski pun berharap Messi akan bertahan, Laporta mengatakan bahwa situasi karena internal manajemen Barcelona saat ini bisa memaksa bintang mereka untuk pergi.
"Saya ingin ia tetap bertahan pada 2021, namun saya takuk keputusan butuk manajemen klub bisa menyebabkan ia membuat keputusan yang tidak bisa diubah lagi," kata Laporta soal masa depan Messi dalam sebuah acara di rumah sakit Sant Joan de Deu, Rabu (15/7).
"Bukan [skandal] BarcaGate, tapi BartoGate, saya khawatir dengan status klub yang berada dalam risiko."
Laporta, yang kembali mencalonkan diri sebagai presiden, memiliki hasrat untuk membereskan masalah dan membawa Barcelona kembali ke trek yang benar. Mei lalu, ia juga punya ambisi untuk membawa pulang Pep Guardiola sebagai pelatih.
"Saya sedang berusaha memperkenalkan diri sebagai kandidat presiden," kata Laporta kepada TV3. "Saya pernah menjadi presiden sebelumnya dan senang bisa kembali. Situasi pada 2021 akan dramatis dan kita harus membalikkannya. Saya bekerja dengan orang-orang yang saya percayai."
"Saya sangat menginginkan Guardiola kembali, namun sekarang ia berada di Manchester City dan itu adalah keputusan yang harus diambil oleh Pep. Ia adalah standar bagi Barelona dan banyak masyarakat Catalunya menginginkannya kembali melatih Barca."
"Pada saat yang tepat, saya akan berbicara kepada orang yang kami pikir seharusnya menjadi pelatih Barca mulai 2021."
Barcelona saat ini berada di posisi kedua klasemen La Liga, dengan Real Madrid hanya membutuhkan satu kemenangan atas Villarreal, Jumat (17/7), untuk mengunci titel musim 2019/20.


