Barcelona memiliki ketergantungan yang sangat besar pada kecemerlangan Lionel Messi dan itu justru menjadi masalah, kata eks bek mereka, Albert Ferrer.
Blaugrana gagal memenangkan gelar juara La Liga untuk kedua kalinya dalam enam musim setelah Messi dan kawan-kawan kalah bersaing dengan Real Madrid.
Kegagalan di kancah domestik tersebut datang setelah beberapa tahun mengalami keterpurukan di level Eropa, yang diwarnai dengan dua kekalahan menyakitkan melawan AS Roma dan Liverpool dalam dua musim terakhir hingga harus tersingkir dari Liga Champions.
Meski Barca masih bersaing di jalur juara musim 2019/20 ini, namun ini adalah kampanye saat titik lemah mereka begitu terungkap, salah satunya adalah begitu besarnya ketergantungan mereka terhadap performa Messi.
Messi memang masih cemerlang, menjadi pemain pertama di La Liga dalam sejarah yang mencetak sedikitnya 20 gol serta 20 assist, dan finis sebagai topskor dengan 25 gol, selain juga melampaui rekor Xavi dengan 21 assist musim ini.
Namun Ferrer mengatakan bahwa Messi tidak bisa terus menerus berada pada puncak masa keemasannya, meski meyakini sang bintang Argentina itu akan menghabiskan sisa kariernya di Camp Nou terlepas dari segala rumor transfer yang beredar belakangan ini.
"Saya tidak terlalu khawatir tentang perasaan Leo - kami mengharapkannya seperti itu karena ia adalah sosok pemenang," kata Ferrer kepada FourFourTwo.
"Ia ingin bersaing untuk segalanya, dan memenangkan Liga Champions. Saya pikir ia akan tetap bertahan di Barcelona sampai pensiun. Ia cinta Barcelona, timnya dan juga segenap klubnya."
"Ini situasi yang unik. Tidak ada tim lain yang bisa mengatakan mereka benar-benar bergantung pada satu pemain. Barcelona perlu menjadi mandiri dari Leo Messi, tapi ia masih yang terbaik, dan saat Anda memberinya bola, ia melakukan sesuatu dengannya."
"Pertanda bagus bahwa Barcelona masih memiliki Messi, tapi para pemain lain juga perlu bermain lebih sering, jadi tidak semua harus bergantung padanya. Mungkin sulit untuk mengawal Leo, tapi kadang-kadang ia dikawal begitu ketat, jadi Anda perlu mencari cara lain."
"Barcelona juga perlu membuat para pemain yang lain memiliki peran yang sangat penting, dan melakukan sesuatu yang berbeda untuk membantunya. Tapi mereka memiliki beberapa opsi bagus dengan nama-nama seperti Ansu Fati sekarang ini."
Getty ImagesSaat Ansu Fati tengah naik daun, Ferrer merasa Barcelona masih kurang memiliki kedalaman skuad yang mumpuni dan itulah yang menjadi titik lemah lainnya yang begitu besar terlihat musim ini.
Barcelona kerap dikaitkan dengan deretan pemain bintang seperti Lautaro Martinez dan Neymar pada musim panas ini, meski presiden klub Josep Maria Bartomeu mengatakan bahwa klub tidak akan bisa melakukan perekrutan salah satu di antara keduanya dalam waktu dekat.
Namun, Ferrer mengatakan bahwa perubahan besar harus dilakukan Barcelona agar bisa kembali menjadi juara La Liga.
"Saya pikir sebelum lockdown, Barcelona baik-baik saja," lanjutnya. "Tapi saya pikir kedalaman skuad kurang mumpuni dan mereka tidak bisa merotasinya seperti yang mereka inginkan, mungkin begitu."
"Dalam beberapa pertandingan, mungkin ada enam atau tujuh pemain dari Barcelona B yang bermain, dan meski pun mereka sangat berbakat, mereka masih mengalami kekalahan dan khususnya kewalahan di lini belakang. Jadi kedalaman skuad adalah salah satu alasannya."
"Mereka juga mencoba untuk bermain secara berbeda, kurang dapat diprediksi. Namun ketika ada jadwal padat dengan pertandingan setiap tiga hari, itu sulit - seperti Anda hanya berjuang untuk diri sendiri. Situasi yang aneh. Dan Anda juga harus mengatakan bahwa laju Real Madrid [pada akhirnya] memang fantastis."
"Barcelona tidak pernah bisa memenangkan segalanya. Mereka telah memenangkan delapan dari 12 titel terakhir. Para pemain penting telah meninggalkan klub, jadi butuh waktu untuk beradaptasi."
"Saya pikir apa yang mereka coba lakukan adalah cara yang benar. Mereka mencoba melakukan transisi dan mendatangkan beberapa pemain baru, serta mempromosikan beberapa pemain muda dari akademi."
"Sulit untuk menemukan pemain ketika Anda memiliki yang ada saat ini berada di level Leo [Messi] dan [Sergio] Busquets, tapi memang benar bahwa para pemain yang baru harus datang dan meningkatkan tempo serta level mereka."
"Mereka juga mungkin perlu bereksperimen dengan formasi. Ya, 4-3-3 adalah filosofi Barcelona, tapi saya pikir mereka perlu lebih terbuka untuk mencoba hal-hal yang berbeda dalam filosofi. Itulah kuncinya."
Barcelona akan melanjutkan kampanye Liga Champions mereka dengan menghadapi Napoli pada akhir pekan ini.


