Partai pekan ketujuh Liga 1 2021/22 antara Persita Tangerang dan Persiraja Banda Aceh berakhir kurang bahagia untuk kubu Persiraja. Selain karena gagal mendapatkan tiga poin, mereka juga harus kehilangan pemain penting.
Pemain tersebut adalah striker asing asal Brasil, Paulo Henrique, yang cedera sebelum babak pertama rampung, atau pada menit ke-15. Posisinya kemudian digantikan oleh Redi Rusmawan, karena tidak berdaya melanjutkan pertandingan.
Paulo sebenarnya jadi properti panas di Liga 1 musim ini, karena ia mampu membuktikan diri sebagai bomber berkualitas meski berlabel pendatang baru. Pada laga kontra Persita saja, ia membawa Persiraja unggul sejak menit kelima.
Cedera tersebut menjadi hantaman besar untuk Laskar Rencong, yang sangat mengandalkan keganasan Paulo di kotak penalti lawan. Terhitung sudah enam gol dibukukan oleh Paulo dari tujuh penampilannya, jumlah yang sangat baik.
Hendri Susilo menjelaskan bahwa kondisi cedera ini sangat membuat tim dan Paulo sendiri frustrasi. Terpantau ketika tak bisa melanjutkan pertandingan saat melawan Persita, Paulo menangis dan menyesali cedera yang ia dapatkan.
PersirajaPersiraja tidak mau memaksakan Paulo untuk tampil pada lanjutan Liga 1 pekan ini, karena kondisinya sendiri belum cukup fit. Persiraja akan menghadapi Arema FC, pada pekan delapan Liga 1, yang digelar Sabtu, 23 Oktober mendatang.
"Paulo masih punya waktu empat hari untuk pemulihan sebelum menghadapi Arema FC. Jika kondisinya belum fit 100 persen, kemudian saya paksakan bermain, risikonya sangat besar," ujar Hendri, menjelaskan kondisi dari Paulo.
Cedera yang dialami oleh Paulo sebenarnya bukan tergolong berat macam cedera lutut, sehingga masih ada harapan untuk Persiraja mengandalkannya pada laga Liga 1 lainnya, setelah melawan Arema. Hendri tidak mau, hanya berpikir pada laga pekan delapan.
"Tensi melawan Arema FC pasti tinggi. Saya tidak mau cedera Paulo makin parah. Padahal dia sangat nafsu ingin bermain. Saya tidak akan menurunkan dia jika tak ada rekomendasi dari dokter tim," beber mantan asisten pelatih Persija Jakarta itu.
"Jika cederanya parah, kami akan kehilangan Paulo dalam pertandingan lainnya. Kompetisi masih panjang, padahal Persiraja sangat tergantung kepadanya. Kami tidak punya striker haus gol lagi seperti dirinya," tutup Hendri.
Persiraja.id