Striker asal Yunani, Vangelis Pavlidis, merespons ketertarikan Barcelona dengan tampil gemilang bersama klubnya, Benfica, di babak kualifikasi Liga Europa.
Surat kabar AS menyebutkan bahwa Barcelona memantau Pavlidis, di tengah perkembangan situasi Julian Alvarez dan Ferran Torres, saat pemain Yunani itu terus menampilkan performa mengesankan bersama Benfica.
Pavlidis membawa Benfica menghancurkan St. Gallen pada leg kedua babak kualifikasi kedua Liga Europa.
Benfica dituntut untuk membalikkan kekalahan 1-2 di leg pertama di Swiss, dan mereka berhasil melakukannya dengan penampilan yang kuat di bawah pimpinan striker Yunani tersebut, yang mencetak 4 gol atau "super hat-trick", pada malam ketika Benfica menang dengan skor telak 5-0.
AS menegaskan, "Sungguh menjadi malam yang luar biasa bagi striker Yunani itu, dalam upaya menggoda Barcelona yang memantau sang pemain dengan penuh perhatian."
Seandainya Pavlidis menjadi pilihan akhir, maka negosiasi dengan Benfica tidak akan mudah sama sekali, sebab pelatih Marco Silva dan klub Portugal itu mengandalkan sang pemain, di musim yang bagi mereka sudah benar-benar dimulai.
Striker Yunani itu merupakan salah satu penyerang paling produktif di luar lima liga besar Eropa. Pada musim 2025-2026, Pavlidis mencatat musim ketiganya secara beruntun dengan menembus angka 30 gol, dan ia juga menyelesaikan musim kelimanya secara beruntun dengan melampaui 20 gol, yaitu selama masa baktinya bersama AZ Alkmaar di Belanda dan Benfica di Portugal.
Di Alkmaar, ia mencetak 25 gol pada musim 2021-2022, 22 gol pada musim 2022-2023, dan 33 gol pada musim 2023-2024.
Angka-angka ini mendorong Benfica untuk menginvestasikan 18 juta euro guna mengontraknya, sebuah jumlah yang telah dibuktikan sang pemain memang layak ia terima, setelah ia mencetak 30 gol dalam dua musim pertamanya bersama klub Portugal itu.

