Apakah kamu berusia 24 atau lebih?

Bantu kami memverifikasi usia Anda dengan memberikan jawaban yang jujur. Situs ini berisi iklan perjudian untuk 24+.

Konten yang dibatasi usia

Anda belum cukup umur untuk melihat konten taruhan. Anda akan dialihkan ke halaman utama.

FBL-KSA-PRO LEAGUE-NASSR-AHLIAFP

Diterjemahkan oleh

Mercato mengejutkan: krisis bersama antara Al Ahli dan Al Nassr!

Dengan semakin dekatnya awal musim baru, sejumlah celah mulai tampak jelas dalam skuad tim-tim besar Liga Roshn. Meski kebutuhan Al Ahli dan Al Nassr berbeda, kedua klub menghadapi satu persoalan yang tampak lebih jelas di lini tengah, tepatnya di posisi gelandang jangkar.

Hingga kini, tidak ada satu pun dari kedua tim yang berhasil menuntaskan transfer pemain asing yang memberi mereka solusi ideal di posisi ini, sehingga kebutuhan akan gelandang jangkar baru berubah dari sekadar opsi di bursa transfer menjadi krisis nyata yang bisa memengaruhi wajah kedua tim sepanjang musim yang dinantikan.

Al Nassr: Al Khaibari di depan ujian baru

Al Nassr memasuki musim baru dengan tetap mengandalkan Abdullah Al Khaibari di posisi gelandang jangkar, meski pemain ini menuai kritik selama periode lalu akibat sejumlah penampilan dan keputusan di dalam lapangan.

Memang benar Al Nassr telah menuntaskan transfer Samu Costa, gelandang Mallorca, tetapi ia akan menggantikan kepergian Brozovic di posisi "8", sehingga posisi jangkar tetap sepenuhnya berada di tangan Al Khaibari.

Al Ahli: Kepergian Kessie meninggalkan kekosongan yang jelas

Persoalan tampak lebih jelas di Al Ahli, setelah pemain asal Pantai Gading, Franck Kessie, meninggalkan tim, tanpa manajemen berhasil hingga kini mendatangkan pengganti langsungnya di posisi gelandang jangkar.

Baca juga: Ronaldo dan tarian terakhir: Akankah ia meninggalkan Al Nassr lewat pintu besar?

Kessie bukan sekadar gelandang biasa, melainkan elemen fundamental dalam keseimbangan tim, berkat kekuatan fisik dan kemampuannya merebut bola serta membantu pertahanan, di samping pengalamannya yang besar dalam laga-laga berat.

Karena itu, belum tergantikannya ia hingga kini menempatkan Al Ahli di depan krisis nyata, terlebih tim membutuhkan pemain yang mampu melindungi lini belakang dan memberi elemen lini tengah lainnya ruang lebih besar untuk maju dan membangun serangan.

Satu krisis, solusi berbeda

Ironisnya, Al Ahli dan Al Nassr memiliki nama-nama yang mampu mengisi posisi tersebut, tetapi persoalannya terletak pada belum dimilikinya oleh keduanya hingga kini seorang pemain asing yang memberi mereka tambahan yang dibutuhkan untuk jangka panjang.



Al Nassr memiliki Al Khaibari, sementara Al Ahli bisa mengandalkan Valentin Atangana di sejumlah peran, tetapi melanjutkan musim dengan kelompok pemain saat ini bisa menempatkan kedua tim pelatih di bawah tekanan besar, terutama menghadapi para pesaing kuat.

Dengan semakin dekatnya awal musim, kedua klub tidak lagi memiliki banyak waktu untuk berjudi. Mereka harus bergerak untuk menuntaskan transfer besar di lini tengah, atau menanggung konsekuensi memasuki musim dengan celah yang jelas di salah satu posisi terpenting tim.

Pada akhirnya, krisis bersama ini mengungkap bahwa kekuatan sebuah bursa transfer tidak hanya diukur dari jumlah transfer besar, melainkan dari kemampuan klub menutup celah nyata dalam skuad mereka, dan hal itulah yang belum berhasil dituntaskan Al Ahli maupun Al Nassr hingga kini.

Iklan

SUKA CERITA INI?

Tambahkan GOAL.com sebagai sumber pilihan di Google untuk melihat lebih banyak liputan kami

Ikuti GOAL di Google