Pelatih timnas Indonesia U-16 Bima Sakti membeberkan sejumlah kekurangan anak asuhnya. Ia menyebut para pemainnya masih bermasalah dalam mental bermain.
Pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia U-16 sudah berakhir pada Minggu (24/4). Skuad Garuda Muda telah melangsungkan agenda tersebut sejak 15 April lalu.
Sebelum menutup TC, timnas Indonesia U-16 menggelar uji coba melawan Bandung Pro, di Stadion Madya, Senayan, Sabtu (23/4). Pertandingan tersebut dihelat tiga babak dengan skor akhir untuk kemenangan pasukan Merah Putih 4-1.
"Catatan dari tim ini adalah mengenai mental mereka, saat kemarin uji coba dengan tim luar, itu agak sedikit berpengaruh terhadap mental mereka, dan mungkin kedepannya kita harus banyak uji coba dengan tim-tim luar lainny," kata Bima dikutip laman resmi PSSI.
"Karena selama ini, karena kondisi pandemi covid-19 kita hanya melakukan internal game. Kalau hanya melakukan itu, mereka sudah saling mengenal, mengerti, saling memahami satu sama lain, tetapi begitu lawan tim luar, mereka agak sedikit canggung," Bima menambahkan.
Selain itu, Bima mengatakan TC berikutnya bakal dilangsungkan pada Juni mendatang. Hal tersebut karena ia ditunjuk PSSI untuk memimpin tim U-19 dalam Turnamen Toulon Mei 2022.
"Rencana bulan depan akan ada TC lagi, road map kita memang ada TC, tapi kemungkinan akan ditunda, karena saya mendapatkan tugas untuk membawa dan mendampingi tim U-19 berlaga di Turnamen Toulon," ucapnya.
Bima melanjutkan, pada TC Juni mendatang bakal kembali mengurangi jumlah pemain yang dipanggil. Dalam agenda sebelumnya ia memanggil 40 nama yang kemudian enam pemain dipulangkan karena kalah bersaing.
"Kita mungkin akan panggil 30 atau mungkin bisa kurang dari itu, karena kita harus sudah lebih fokus lagi untuk pemantapan tim, sebab juga dua turnamen yang akan datang sudah semakin dekat. Mulai dari bulan Juli nanti, sehingga kita harus mempersiapkan tim ini lebih baik. Jadi bisa dibilang ini sudah evaluasi pemain juga," ujarnya.
