Pelatih Barcelona Xavi Hernandez merasa gusar dengan performa yang diperlihatkan anak asuhnya ketika bermain imbang 1-1 melawan Rayo Vallecano di Estadio de Vallecas, Sabtu (25/11) malam WIB.
Barcelona tertinggal terlebih dulu melalui gol Unai Lopez di babak pertama. Blaugrana akhirnya bisa membawa pulang satu poin setelah Florian Lejeune mencetak gol bunuh diri di babak kedua.
Hasil itu juga memperpanjang catatan buruk Barcelona bila bertemu Rayo dalam dua musim terakhir. Dari lima pertemuan, Barcelona hanya mendapatkan dua imbang, serta menelan tiga kekalahan.
Xavi mengatakan, pokok permasalahan yang muncul dari laga kontra Rayo disebabkan Barcelona mental bertanding. Menurut Xavi, seharusnya Barcelona bisa meraih kemenangan jika mereka memperlihatkan mental yang bagus sejak menit pertama.
“Meski mendominasi, kami tetap harus berusaha keras. Kami kekurangan mentalitas ini. Jika kami ingin meraih gelar juara, kami harus mengubah mentalitas kami,” cetus Xavi dikutip laman Mundo Deportivo.
“Anda harus kritis terhadap diri sendiri, terutama di babak pertama. Yang kedua, kami akan menghadapi keadaan darurat. Kami harus menuntut lebih banyak dari diri sendiri. Titik lemahnya adalah kesinambungan dalam permainan.”
“Permainan seperti di babak kedua adalah yang kami inginkan, itu caranya [bermain], dan apa yang mesti kami lakukan adalah [memastikan] itu sudah muncul sejak menit pertama.”
“Kami tidak boleh kebobolan gol lagi, karena ini sangat menghukum kami. Dalam sepakbola modern, banyak hal berubah ketika Anda bisa unggul di papan skor. Tetapi ketika kami harus bangkit [mengejar ketertinggalan], segalanya menjadi sangat sulit.”
Xavi menduga perubahan mentalitas ini terjadi setelah mereka berhasil meraih gelar LaLiga dan Piala Super pada musim lalu yang membuat penggawa Barcelona masih terlena.
“Fakta memenangkan LaLiga dan Piala Super, Anda sedikit merasa nyaman, dan itu tidak bisa dibiarkan. Kami harus memberi lebih jika ingin memenangkan gelar,” tegas Xavi.
.jpg?auto=webp&format=pjpg&width=3840&quality=60)



