OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, akhirnya tak mempersoalkan keputusan ketua umum PSSI Edy Rahmayadi yang cuti. Padahal, sebelumnya Imam sempat mempertanyakan kondisi tersebut.
Ketika itu, Imam berujar kalau seharusnya Edy tak cuti karena waktu Asian Games 2018, buat timnas Indonesia U-23 semakin dekat. Mengingat, target yang dipatok PSSI dalam ajang tersebut sangat tinggi yakni empat besar.
Akan tetapi, setelah melakukan pertemuan dengan wakil ketua umum PSSI Joko Driyono, yang didampingi sekjen PSSI Ratu Tisha, Imam mengerti. Kedua orang tersebut menjelaskan duduk perkara Edy mengambil langkah itu.
"Sudah disampaikan ke saya bahwa tidak ada larangan dalam regulasi dan cuti hanya pada posisi struktur. Tapi soal kehadiran, peran, dan fungsi itu sudah dibagi tugas," ucap Imam.
"Ya regulasinya seperti apa, statutanya seperti apa, pemerintah selalu berpatokan pada itu. Lagi-lagi pemerintah tidak ada keinginan untuk intervensi tetapi pemerintah betul-betul ingin lokomotif ini berjalan dengan baik."
"Tentu dengan kepemimpinan yang bisa hadir. Tapi kalau dari sisi regulasi internalnya memungkinkan untuk itu, maka itu menjadi konsekuensi PSSI untuk menjalankan lokomotifnya dengan baik," tambahnya.
Selama Edy cuti, Joko Driyono dipercaya memegang jabatan sebagai Plt ketua umum. Pria yang karib disapa Jokdri ini bakal mengemban tugas tersebut sampai dengan 20 Juni 2018.
Edy memutuskan rehat dari jabatannya di PSSI karena ingin fokus ke pemilihan Gubernur Sumatera Utara. Ia tak mau disebut menyalahgunakan jabatannya pada induk sepakbola nasional tersebut.
