OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Kerusakan yang terjadi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), saat pertandingan Persija Jakarta kontra Bali United, tak membuat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, jadi keberatan klub memakai tempat tersebut.
Beberapa bagian SUGBK harus diperbaiki usai laga final Piala Presiden 2018 digelar. Pendukung Persija, The Jakmania, yang tidak mempunyai tiket merusak pagar pembatas untuk masuk ke tribune penonton.
Akibat aksi tidak terpuji ini, timbul usulan agar SUGBK hanya dipakai buat timnas Indonesia ketika bertanding. Pecinta sepakbola nasional berharap tidak ada klub yang memakai tempat tersebut.
Mereka khawatir SUGBK yang baru rampung direnovasi buat perhelatan Asian Games 2018 kembali dirusak. Namun, usulan tersebut ternyata tidak disetujui oleh Imam.
"Kami memahami bahwa renovasi GBK itu bersumber dari APBN, dari pajak rakyat, maka tentu harus dirawat dan bagaimana peruntukannya nanti harus benar-benar selektif," kata Imam.
"Memang idealnya hanya untuk Timnas. Tapi, kami maklum bahwa bilamana ada hajat besar yang memungkinkan dan menjadi salah satu barometer pertaruhan nasional maka bisa jadi ditempati oleh klub."
"Namun demikian, secara penerapan regulasi saya kembalikan kepada pengelola GBK. Karena, mereka yang punya wewenang untuk menentukan ini bisa atau tidak dengan segala konsekuensinya," tambahnya.
Artinya, omongan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini membuka peluang buat Persija menjamu Tampines Rovers dalam lanjutan Piala AFC di SUGBK. Pertandingan ini dilaksakan pada Rabu (28/2).




