OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, merasa heran PSSI menjatuhkan sanksi kepada Persib Bandung. Ia pun berharap induk sepakbola nasional tersebut mencabut hukumannya buat Maung Bandung.
Skuat asuhan Emral Abus tersebut dijatuhkan sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI karena pendukungnya, Bobotoh, melakukan koreografi 'Save Rohingya' saat lawan Semen Padang beberapa waktu lalu. Persib, harus membayar denda sebesar Rp50 juta.
SIMAK JUGA: Fans Persib Bandung Siapkan Dua Tong Koin
Hukuman tersebut dijatuhkan karena Komdis menilai koreografi tersebut bermuatan politik. Mengingat FIFA selaku federasi sepakbola tertinggi di dunia melarang adanya hal tersebut di dalam sebuah pertandingan.
Akan tetapi, Imam menuturkan aksi yang dilakukan Bobotoh murni sebagai bentuk solidaritas terhadap etnis Rohingnya yang sedang tertindas di Myanmar. Buktinya adalah pemerintah Indonesia memberikan bantuan 54 ton buat para pengungsi di sana.
"Pemerintah saja mengirim bantuan ke sana. Tolong dipertimbangkan lagi sanksinya itu. Wong itu solidaritas kita sesama bangsa, apalagi ini kemanusiaan," kata Imam di kantor Kemenpora, Rabu (19/9).
SIMAK JUGA: Soal Denda Kepada Persib Bandung, PSSI Ikuti Peraturan FIFA
"Kecuali soal rasis, soal apa. Ini saja Presiden RI [Joko Widodo] bantu Rohingya, masyarakat lain bantu rohingya. Mestinya dicabut [sanksinya]," tambahnya.
Akibat dijatuhkan sanksi tersebut Bobotoh, patungan dengan mengumpulkan uang berupa koin. Hingga sekarang sudah terkumpul Rp50.015.000, nantinya nominal yang terkumpul itu bakal dikasih ke PSSI buat membayar denda.


