Kemenpora - PSSI - BandungPSSI

Menpora Perintahkan PSSI Investigasi Isu Jual Beli Jabatan Manajer Timnas Indonesia U-20

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, meminta PSSI melakukan penyelidikan soal kabar jual beli posisi manajer timnas Indonesia untuk Piala Dunia U-20. Ia tak ingin hal tersebut mempengaruhi persiapan Indonesia sebagai tuan rumah ajang ini.

Zainudin menyerahkan urusan tersebut kepada PSSI. Ia mengatakan pihaknya tak dapat melakukan intervensi karena persoalan tersebut sudah berada di luar wewenangnya.

"Namun, karena timnas Indonesia U-20 ini dibiayai oleh pemerintah melalui APBN [Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara], tentu kami juga punya kepentingan," kata Zainudin di Jakarta, Senin (21/12).

Pria berusia 58 tahun itu menyampaikan sudah berbicara dengan PSSI terkait permasalahan ini. Ia pun kepada federasi sepakbola nasional tersebut mengumumkan hasil investigasi kepada khalayak luas.

"Kami telah berkomunikasi dengan PSSI melalui wakil ketua umumnya, supaya segera dilakukan investigasi terhadap kejadian itu," ujar politikus partai Golkar tersebut.

"Kami mau semua organisasi olahraga, termasuk PSSI, tata kelolanya baik dan bersih. Tidak ada campur tangan apa-apa," ia menambahkan.

Kemenpora - PSSI - BandungPSSI

Isu jual beli tersebut muncul setelah beredar kuitansi penyetoran uang 100 ribu dolar Singapura [setara Rp1 miliar]. Dalam keterangannya tertulis pemesanan tiket Piala Dunia U-20, dengan nama Achmad Haris, dan diterima oleh Djoko Purwoko. 

Haris dan Djoko sudah membantah uang merupakan setoran untuk menjadikan Dodi Alex Noerdin, manajer timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20. Mereka menegaskan uang itu buat pemesanan tiket Piala Dunia U-20.

"Sekali lagi, ini bisnis tiket saja. Sudah biasa tuduhan-tuduhan seperti ini di sepakbola. Saya bukan orang politik, ini paling cuma politik orang-orang yang tidak suka Pak Dodi," tutur Haris.

Sebelumnya Plt sekjen PSSI Yunus Nusi telah menanggapi nominal tersebut dengan nada bercanda. Ia menyebut pihaknya tidak perlu berkomentar lebih jauh terkait tuduhan yang disebar oleh pihak yang tidak bertanggung jawab di media sosial.

"Biasanya isunya sampai puluhan miliiar, tumben ini hanya Rp1 miliar. Sudah puluhan tulisan tentang masalah seperti ini beredar. Kami tidak pernah menanggapinya. PSSI sudah biasa dengan isu seperti ini. Jadi tidak butuh ada penjelasan dari kami," ujar Yunus.

Iklan
0