Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali, meminta masyarakat tanah air menerima Shin Tae-yong sebagai pelatih baru timnas Indonesia. Ia tak mau sosok Korea Selatan tersebut mendapat perlakuan kurang enak ketika melatih.
Ucapan Zainudin tersebut mengacu dari kejadian yang dialami Simon McMenemy, yang merupakan juru formasi timnas Indonesia sebelumnya. Publik berbondong-bondong menuntut McMenemy dipecat karena dinilai gagal.
Menurut Zainudin, menukangi timnas Indonesia bukan perkara mudah. Butuh proses yang berkesinambungan dan dukungan dari semua pihak termasuk suporter sehingga skuad Merah Putih dapat berprestasi.
"Mental masyarakat kita harus disiapkan. Jangan sampai begitu dia [Tae-yong] keras lalu ramai di media sosial 'wah ini keras, ini usir orang asing', biasa begitu. Nah, tak boleh begitu. Jika kita ingin bagus," kata Zainudin.
"Masyarakat kita juga harus diberi pengertian karena karakter pelatih Korea keras baik dalam ucapan maupun dalam tindakan. Jangan sampai begitu dalam perjalanan kepelatihannya ada yang agak dikerasin, kemudian kita demi rasa nasionalisme terus mengintimidasinya. 'Wah ini usir, ini apa', biasanya seperti itu. Itu tolong jangan sampai karena dia maunya baik," tambahnya.
Selain itu, Zainudin meyakini Tae-yong bisa membawa perubahan untuk timnas Indonesia. Namun, ia mengingatkan ada proses yang mesti dilalui terlebih dahulu karena tidak ada yang instan dalam sepakbola.
"Vietnam itu sepuluh tahun dilatih keras seperti itu. Mental anak-anak, kecepatan, kekuatannya, saya punya keyakinan seandainya Tae-yong terpilih," ujarnya.
"Dia [Tae-yong] harus bisa memahami karakter anak-anak. Dia bisa sukses menjalankan program-program latihannya, tentu setiap pelatih punya karakter berbeda. Kami juga meminta dia agar berprestasi," imbuhnya.
Sebelumnya, ketua umum PSSI Mochamad Iriawan, menyampaikan pihaknya sudah mencapai kesepakatan dengan Tae-yong. Dalam waktu dekat ini sosok berusia 50 tahun tersebut akan meneken kontrak.
Tae-yong, menyingkirkan kandidat lainnya Luis Milla. Keputusan tersebut diambil setelah induk sepakbola nasional itu menggelar rapat komite eksekutif (Exco) PSSI, beberapa waktu yang lalu.
