Persebaya Surabaya Kampiun Liga 2Farabi Firdausy

Mengingat Kejayaan Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya merupakan klub legendaris dengan segudang prestasi di kompetisi Tanah Air. Bajul Ijo -- julukan Persebaya -- juga mempunyai suporter fanatik, Bonek, yang selalu memberikan dukungannya saat laga kandang atau tandang.

Tinta emas di kancah persepakbolaan nasional pertama kali diukir Persebaya yang saat itu masih bernama Soerabajasche Indische Voetbal Bond (SIVB) pada 1941. Klub yang identik dengan warna hijau tersebut mengalahkan PSIM Yogyakarta di partai final.   

Setelah itu, Persebaya mendapatkan lima gelar perserikatan lainnya. Persija Jakarta jadi kesebelasan yang paling sering dikalahankan pada laga puncak sebanyak empat kali yakni 1951, 1952, 1978, serta 1987/88, satu laga lainnya Persebaya menghajar Persib Bandung pada 1950.

Torehan manis Persebaya tak berakhir di era perserikatan. Memasuki masa Liga Indonesia, yang merupakan kompetisi gabungan dengan Galatama, mereka mampu menunjukkan tajinya.

Persebaya meraih dua kali gelar Liga Indonesia. Pertama mereka mengalahkan Bandung Raya -- yang merupakan juara bertahan pada 1996/97, kemudian gelar kedua didapatkan pada 2004 usai membungkam PSM Makassar di pertandingan final.

Memang hanya dua gelar juara yang didapatkan Persebaya pada Liga Indonesia. Akan tetapi, di rentang tahun tersebut, Persebaya ditakuti para lawannya karena dihuni para pemain berkualitas seperti Uston Nawawi, Bejo Sugiantoro, Aji Santoso, Jacksen F Tiago, Kurniawan Dwi Yulianto, dan lain-lainnya.

Usai menjadi juara pada 2004, sinar Persebaya seolah redup. Bahkan mereka mengambil keputusan mengejutkan dengan mundur dari babak delapan besar wilayah barat pada 20 September 2005.

Padahal, ketika itu Persebaya berstatus juara bertahan dan sudah menjalani dua pertandingan melawan PSM Makassar dan PSIS Semarang. Akibat mengundurkan diri, mereka dihukum degradasi ke Divisi Satu.

Persebaya membutuhkan waktu dua tahun untuk kembali ke kompetisi kasta teratas Indonesia. Namun, mereka tak bisa langsung menunjukkan performa gemilangnya di musim pertama usai promosi.

Ujian terberat Persebaya terjadi dalam rentang 2010 sampai 2013. Kala itu terjadi dualisme, dan berujung dengan pembekuaan dari PSSI, karena mereka sempat bermain pada kompetisi IPL (Indonesia Premier League), yang sempat resmi namun akhirnya tak diakui. 

Beruntung, saat PSSI dipimpin Edy Rahmayadi pada 2017, status Persebaya dipulihkan. Bahkan, mereka langsung diizinkan bermain di Liga 2, yang merupakan kompetisi kasta kedua Indonesia dengan status profesional.

Persebaya Surabaya Kampiun Liga 2Goal

Kesempatan tersebut tak disia-siakan. Green Force , langsung membentuk tim yang dihuni para pemain jempolan sehingga mampu meraih gelar juara Liga 2 2017 dan promosi ke Liga 1 2018. 

Meski berstatus tim promosi, Persebaya langsung menampilkan permainan impresif. Rendi Irwan dan kolega menutup musim tersebut di posisi lima klasemen dengan mengumpulkan 34 poin.

Semusim berikutnya, Persebaya mengawali perjalanan dengan hasil yang kurang meyakinkan. Perlahan tapi pasti, permainan mereka membaik dan menutup musim tersebut sebagai runner-up .

Iklan
0