Nicolas Otamendi Vincent Kompany Man CityGetty

Menghitung Masa Depan Vincent Kompany Di Manchester City


OLEH   SAM LEE     PENYUSUN   ERIC NOVEANTO

Vincent Kompany sukses mengangkat trofi Piala Liga musim ini dan juga kemungkinan tentunya Liga Primer Inggris pada Mei mendatang.

Sang penggawa internasional Belgia masih memiliki 18 bulan tersisa dalam kontraknya di Manchester City saat ini dan pernah menegaskan akan menghabiskan durasi tersebut.

"Haruskan saya mendengarkan orang-orang yang meminta saya untuk pensiun?" tanyanya, secara retorik, pada awal Februari lalu. "Saya masih punya 18 bulan tersisa dalam kontrak dan merasa terus bisa berkontribusi untuk tim."

Ia mengatakan itu dengan penuh motivasi untuk bisa tetap menjadi bagian dari skuat penuh talenta Pep Guardiola dan secara mental, ia bisa menyisihkan masalah cedera sekalinya fit.

Tapi Kompany juga membuat sebuah pengakuan: "Di sisi lain, saya juga harus jujur pada diri sendiri. Saya tak bisa lagi mengatasi level yang ada saat ini, saya akan katakan: 'Teman-teman, cukup, saya akan pensiun.'

Nicolas Otamendi Vincent Kompany Man CityGettyVincent Kompany Manchester CityAFP/Getty

"Saya tak mau memaksa diri sendiri menjadi peran sebagai korban. Ada banyak hal penting ketimbang cedera Vincent Kompany. Orang di jalanan pun menyadari hal tersebut."

"Saya cinta sepakbola. Gairah saya untuk olahraga ini tanpa batasan. Saya sudah mengorbankan banyak hal untuk mencapai level sekarang ini. Jika saya harus melalui segala cedera lagi untuk bisa mengangkat sejumlah trofi lainnya, maka terjadilah."

Ia menunjukkan gairah penuh ketika melakukan selebrasi golnya di Wembley pada pekan kemarin, dan performa man of the match-nya membuktikan bahwa dirinya bukan lagi hanya sekadar sosok penggembira di skuat City saat ini.

Akan tetapi, ia telah memikirkan hal setelah sepakbola dan ada kans baginya untuk membawa kiprah bermainnya selesai di akhir musim ini.

Goal memahami bahwa rencana City untuk musim depan adalah mendatangkan bek baru lagi, walaupun di bawah kualitas John Stones dan Aymeric Laporte.

Meski faktanya Guardiola memilih bek asal Belgia tersebut sebagai starter ketimbang para bek yang lebih muda lainnya di final Piala Liga, masalah jangka panjang, tentu saja, adalah hal yang tak bisa digantungkan berharap pada semusim tanpa masalah cedera ringan atau serius.

Jika Kompany mau menerima peran yang lebih kecil dalam skuat musim depan, termasuk mungkin tak disertakan untuk tampil di Liga Champions, ia masih bisa menjadi pilihan kelima di lini belakang, mirip seperti peran yang dijalankan Tosin Adarabioyo musim ini.

Tapi opsi lain adalah ia bisa saja pindah ke peran lain, tapi tetap di dalam struktur klub.

GFX Vincent KompanyGoal Indonesia

Craig Bellamy, mantan striker City, adalah teman dekat Kompany dan berbicara kepada Sky Sports baru-baru ini dengan pria asal Wales tersebut berhati-hati dalam ucapannya.

"Saya tak ingin mengabaikannya tapi saya kerap berbicara dengan Vinny," ujarnya. "Vinny hanyalah... Sejujurnya ia harus mengikuti Guardiola dengan sebuah buku karena ia mencatat segalanya, setiap latihan, Anda sebutkan saja, ia mengikuti sang manajer setiap waktu."

Secara tak langsung Bellamy menyarankan Kompany untuk mengambil sebuah peran dalam staf kepelatihan Guardiola, atau setidaknya dalam tim lain di bawah naungan manajemen City Football Group?

Itu bisa menjadi salah satu cara untuk mempertahankan Kompany di klub, meski opsinya memang tak sebatas hijrah menjadi pelatih.

Desember lalu, diumumkan bahwa Kompany telah menerima gelar Sarjana Bisnis dan Goal memahami bahwa City juga kemungkinan tengah mendiskusikan masa depan sang kapten tim untuk menduduki jabatan di departemen finansial.

"Ketika Anda bermain sepakbola di level tertinggi, bahkan mengelola finansial pribadi Anda menjadi sesuatu seperti menjalankan bisnis," ucapnya. "Penting bagi saya untuk memahami pemikiran akuntan saya dan saya bisa secara percaya diri memperhitungkan rencana bisnis tentang area hidup saya sendiri."

Menyusul performa heroic Kompany di Wembley, tidak diragukan lagi kansnya untuk terus bermain setidaknya hingga kontraknya berakhir pada 2019 mendatang, tapi jika ia memutuskan untuk gantung sepatu, atau terpaksa melakukannya, ia masih punya banyak pilihan.

Iklan
0