Mengenal Pemain Terbaik Liga 2 2017; Irfan Jaya

Komentar()
Irfan jaya yang mungil dengan dribel cepat menyisir sayap, membuat loyalis Persebaya sejenak melupakan kepulangan Andik Vermansah.


OLEH   FARABI FIRDAUSY

Irfan Jaya, idola baru dari Persebaya Surabaya yang namanya ditetapkan sebagai Pemain Terbaik Liga 2 2017. Gelar tersebut melengkapi kebahagiaan Bajul Ijo yang promosi ke Liga 1 musim depan dengan titel juara.

Tubuhnya mungil dan beroperasi di sektor sayap, ia punya giringan bola cepat dan tak ragu untuk melepaskan tembakan ke gawang lawan. Posturnya yang hanya 160 cm mengingatkan kita pada sosok Andik Vermansah.

Pemain kelahiran Bantaeng, 1 Mei 1996 ini memang layak mendapat titel individu. Liga 2 2017 merupakan musim perdananya sebagai pemain profesional, namun ia dipercaya tampil dalam 20 pertandingan, mencatatkan sembilan gol, serta enam assist.

"Alhamdulillah akhirnya Persebaya bisa menjadi juara di Liga 2 ini, saya juga tidak menyangka bisa menjadi pemain terbaik di kompetisi ini," beber Irfan.

"Saya hanya fokus membawa Persebaya juara, tapi ini yang saya dapat berkat kerja keras, doa, dukungan kerabat keluarga, teman-teman, dukungan Bonek yang jadi semangat kami di lapangan," imbuhnya.

Berbeda dengan Andik yang berasal dari Jember, Jawa Timur, Irfan justru bukan produk binaan kawasan Pulau Jawa. Dia berasal dari Bantaeng, Sulawesi Selatan, tempaan SSB Butta Toa Raya, yang dibina oleh Kusnadi dan Hariyanto sebagai pelatih.

Potensinya di lapangan hijau mulai tercium ketika lolos seleksi PSM Makassar U-21, untuk tampil di kompetisi Indonesia Soccer Championship U-21 2016. Insting gol yang dimilikinya tak diragukan, dengan 14 gol ia catatkan pada kompetisi nonresmi tersebut.

Dikenal sebagai pemain pinjaman dari PSM, Irfan pun akhirnya menegaskan statusnya. "Saya bukan pemain PSM, mungkin media banyak yang bilang bahwa saya pinjaman tapi saya tidak pernah kontrak dengan PSM senior," ungkapnya.

Dengan bakatnya, wajar jika Irfan mulai dihubungi klub-klub Liga 1 untuk musim depan. Usianya yang masih 21 tahun menjadi nilai plus, jika memang regulasi pemain U-23 kembali diberlakukan pada kompetisi tertinggi musim depan.

Iwan Setiawan dari Borneo FC salah satu yang menginginkan Irfan. Maklum, Irfan sendiri dibawa Iwan untuk memperkuat Greenforce pada awal musim Liga 2 ketika ia menjadi arstiek tim. Namun, yang bersangkutan kerasan berada di Surabaya.

"Kalau masalah ada yang kontak, ada. Tapi saya tidak bisa bilang iya, karena saya masih ingin main di Persebaya, karena saya senang main di sini," ungkap pemain yang juga dirumorkan jadi bidikan Persib Bandung itu.

"Di tim Persebaya itu kekeluargaannya terasa, kami semua kompak, solid. Pokoknya dalam tim Persebaya itu sudah kaya keluarga, manajemen semua baik," sambung sosok yang ramah senyum itu.

Musim depan akan cerah jika Irfan meningkatkan levelnya saat bermain di kasta tertinggi. Pintu timnas Indonesia U-23 untuk Asian Games 2017 mungkin saja terbuka untuknya, karena usianya yang masih 22 pada Agustus 2018 nanti.

"Saya tidak bisa masuk ke situ," singkat Afredo Vera, pelatih Persebaya ketika ditanya apakah layak Irfan masuk timnas. "Menurut saya Irfan dari awal sampai sekarang meningkat. Dia meningkat dari sini (rendah) sampai sini (tinggi), itu karena dia kerja keras," sambung Alfredo.

Meraih gelar pemain terbaik tak lantas membuat pemain bernomor punggung 41 ini tinggi hati, ia sadar bahwa kariernya baru saja dimulai. "Yang jelas saya tidak boleh berpuas diri. Saya ini masih baru di sini dan saya masih harus banyak belajar."

 

Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Belanda 2-0 Prancis
Artikel Selanjutnya:
Striker PSIS Semarang Ambisi Bobol Gawang Persib Bandung
Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Liga 1: Barito Putera – Mitra Kukar
Artikel Selanjutnya:
Kalahkan Arema FC, Aji Santoso Bisa Tidur Nyenyak
Artikel Selanjutnya:
PREVIEW Liga 1: Perseru Serui – Borneo FC
Tutup