Kehadiran Elkan Baggott memberi harapan baru untuk timnas Indonesia U-19 yang dihadapkan pada event PIala Asia U-19 2020, hingga nanti tampil pada event yang paling dinantikan, Piala Dunia U-20 2021, di Indonesia.
Postur tubuh menjulang plus tempaan standar Eropa membuat masyarakat berharap banyak pada pemuda yang masih berusia 17 tahun ini. Elkan memiliki tinggi sekitar 194 cm -- postur yang sangat ideal untuk seorang stoper.
PSSI memang mencari anak-anak keturunan Indonesia untuk membela timnas pada Piala Dunia U-20 nanti. Nama Elkan tak luput, dan kebetulan pemain kelahiran 23 Oktober ini memang memiliki keinginan untuk membela Merah-Putih.
Di Mana Elkan Baggott Lahir & Mengapa Ia Bermain Untuk Indonesia?
Lahir di Bangkok, Thailand, Elkan punya kesempatan untuk membela Thailand, namun keputusan yang mudah untuk Elkan untuk menambatkan hati kepada Indonesia. Ia pernah tinggal di Tangerang Selatan, Banten, dan memiliki garis darah Indonesia dari ibunya.
“Semua keluarga terdekat saya tingal di sini [Indonesia], dan saya ingin membela negara saya, membuat negara saya bangga dan orangtua saya. Itulah mengapa saya memilih membela Indonesia,” ucap Elkan.
Ia menjadi satu-satunya nama keturunan yang akhirnya dipanggil di antara banyak nama blasteran yang beredar. Panggilan perdana Elkan untuk mengikuti kegiatan bersama timnas U-19 hadir pada Juli lalu, dan momen tersebut langsung membuat Shin Tae-yong kepincut.
Elkan dinilai punya hal yang 'lebih' dibandingkan stok pemain timnas U-19 yang sudah ada, yakni postur bagus plus kuat meski masih berusia belasan tahun. Makanya, Elkan semacam mendapat garansi untuk bisa 'aman' menyegel satu tempat di Garuda Muda.
Meski tak bisa mengikuti pemusatan latihan (TC) timnas U-19 secara penuh, Tae-yong nampaknya sudah yakin dengan kemampuan Elkan. Hal itu dibuktikan dengan adaptasi Elkan yang cepat ketika baru hadir di TC Kroasia, dengan mencatatkan debutnya versus Makedonia Utara.
“Elkan sebenarnya dikhawatirkan sulit berkomunikasi dengan rekannya di tim. Tapi saya lihat [di pertandingan] itu tidak menjadi masalah. Elkan mungkin bisa menjadi tumpuan pertahanan kami, karena posturnya tinggi, dan tidak mudah kalah saat berduel,” ungkap Tae-yong, soal penampilan Elkan.
Akankah Elkan Baggott Bermain Untuk Tim Utama Ipswich Town?
Berduet dengan Rizky Ridho, Elkan bermain tenang dan bisa menjadi tandem yang nyaman untuk Ridho di jantung pertahanan. Debut itu dicatatkan Elkan sepekan setelah dirinya meraih debut tim senior Ipswich Town, di ajang Trofi EFL, versus Gillingham.
Manajer Paul Lambert memang menurunkan mayoritas skuad muda pada pertandingan kontra Gillingham. Elkan dipasang bersama Luke Woolfenden yang empat tahun lebih tua darinya, sebagai duet sentral di belakang dalam formasi 4-3-3 The Blues.
Nama Elkan sendiri masih awam di telinga suporter Ipswich, namun popularitasnya melesat tajam ketika mulai masuk proyeksi timnas U-19. Hal itu nampak dari peningkatan pengikut Elkan di Instagram, yang berimbas pada pengikut Ipswich di akun Instagram resmi mereka.
Lambert enggan memuji Elkan setinggi langit pada debut sempurnanya. Namun mantan pemain Borussia Dortmund itu mengakui ada ketenangan dan percaya diri lebih dari seorang Elkan, yang berhasil menjaga gawang Ipswich dari kebobolan saat menekuk Gillingham, 2-0.
"Para pemain muda ini pantas mendapat apresiasi karena mereka bermain dengan baik. Elkan bermain dengan sangat bagus, dia terlihat baik dalam penguasaan bola," beber mantan manajer Aston Villa tersebut.
Siapa idola Elkan Baggott?
Dua stoper Liga Primer Inggris (EPL) menjadi inspirasi permainan Elkan, mereka adalah Virgil van Dijk dan Rio Ferdinand, dua sosok stoper terbaik pada eranya masing-masing. Pemain yang sempat tertimpa cedera pelvis ini mengakuinya dalam wawancara di kanal Youtube PSSI.
"Rio Ferdinand dan Virgil van Dijk merupakan definisi dari bek tengah berkualitas. Jadi saya mencoba bermain berdasarkan pada kedua pemain tersebut. Saat ini adalah Virgil van Dijk dan sebelumnya Rio Ferdinand. Gaya permainan saya dasarnya mirip dengan mereka," ungkapnya.
Seperti diketahui, Van Dijk disebut-sebut sebagai salah satu - jika bukan yang terbaik - bek terbaik era saat ini, dengan pemain asal Belanda tersebut sukses menjadi salah satu aktor kunci keberhasilan Liverpool menghentikan puasa gelar juara liga Inggris, saat The Reds mengamankan posisi puncak klasemen akhir EPL musim 2019/20.
Sementara itu, Rio Ferdinand merupakan salah satu legenda terbesar sepakbola di area jantung pertahanan. Performanya bersama West Ham United, Leeds United, Manchester United dan juga tim nasional Inggris membuatnya banyak diguyur berbagai penghargaan individu, termasuk menjadi bagian skuad terbaik Inggris sebanyak enam kali dan dimasukkan ke Hall of Fame Inggris pada 2016 lalu.
Akankah Elkan Baggott Bermain Untuk Timnas Indonesia Di Piala Dunia U-20?
Direktur teknik PSSI, Indra Sjafri, juga telah memastikan bahwa paspor Elkan adalah Indonesia, sehingga menepis anggapan bahwa Elkan adalah pemain naturalisasi. Indra menjelaskan bahwa Elkan memiliki segala kriteria pemain keturunan yang diproyeksikan untuk timnas di Piala Dunia U-20.
Peluang Elkan sangat besar untuk berseragam Indonesia pada Piala Dunia U-20. Tidak ada kendala dalam segi adaptasi, postur dan tenaganya memang didambakan Tae-yong. Belum hal lain seperti ketenangan yang bisa menambah rasa percaya diri skuad Garuda Muda.
Elkan punya potensi besar untuk meneruskan sukses pemain keturunan Indonesia di timnas, setelah sebelumnya ada Irfan Bachdim hingga Ezra Walian. Elkan bakal jadi yang termuda dan punya karier panjang di depan yang masih misteri.
Sejauh ini karier Elkan punya prospek yang lebih menjanjikan ketimbang Irfan atau pun Ezra yang sudah beredar di kompetisi lokal. Elkan punya harapan bermain di tim utama Ipswich, meski sejatinya debut di ajang sekelas Trofi EFL bukan garansi.
Kejuaraan tersebut sudah punya reputasi rendah di kawasan Inggris, dan memang hanya menjadi wadah pencarian menit bermain untuk pemain muda klub kasta tiga dan empat piramida kompetisi Inggris. Namun setidaknya, Elkan punya harapan yang masih panjang untuk berkembang di Eropa.
Satu hal yang sudah pasti sejauh ini adalah Elkan punya keseriusan dan alasan untuk memilih berseragam timnas Indonesia. Bagaimana ia meraih beasiswa di Ipswich hingga akhirnya dikontrak skuad junior Blues setelah pulih dari cedera pelvis adalah hal yang positif dari Elkan, yang menggambarkan determinasinya dalam merajut karier.


