Abdoulaye DaboGetty Images

Mengenal Abdoulaye Dabo, Bakat Prancis Idaman Juventus

Abdoulaye Dabo tidak lama lagi bakal resmi menjadi milik Juventus setelah menjalani ritual tes medis pada hari ini. 

Di Italia, pesepakbola muda Prancis ini jelas jauh dari kata tenar apalagi dia hanya bermain di tim kedua Nantes. 

Tetapi di Prancis ceritanya lain. Di kelompok usianya, dia adalah salah satu pesepakbola berbakat di negara tersebut. 

Dabo lahir pada 4 Maret 2001, dan dalam dua bulan ke depan dia bakal genap berusia 20 sehingga bakatnya masih bisa digali lebih jauh lagi. 

Juventus tidak mau kehilangan kesempatan mendapatkan Dabo. Si Nyonya Tua sudah bertahun-tahun memantau perkembangannya dan ketika kesempatan itu datang (kontrak Dabo tinggal menyisakan satu musim), mereka tidak pikir panjang lagi. 

Lahir di Nantes, dia memulai bermain untuk Nantes dan melewati semua jenjang tim junior klub mulai dari U-17, U-18 hingga tim B. 

Ketika tim utama Nantes dihantam badai cedera, Dabo mendapatkan kesempatan melakukan debut Ligue 1 Prancis pada 2018 di usia 17. Setelah dua penampilan di kasta tertinggi sepakbola Prancis, dia kembali ke tim junior namun sering dilibatkan berlatih bersama tim utama. 

Situasi tersebut berlanjut pada musim ini. Dia memang belum bermain di Ligue 1, namun menyantap sesi latihan bersama mereka yang lebih tua. 

Jika mau berbicara jujur, dibandingkan dengan dua musim lalu perkembangannya memang terasa lambat mengingat sebenarnya banyak pihak yang ingin melihatnya tampil di tim utama. 

Di level internasional, Dabo pernah memperkuat timnas level U-16, U-17 dan U-18 namun dalam dua tahun ke belakang namanya tidak masuk dalam skuad. 

Atas dasar itu pula barangkali Nantes bersedia melepasnya ke Juventus. Raja sepakbola Italia ini memang diketahui tidak pernah meragukan bakat sang youngster. 

Di usia 17, Dabo adalah pesepakbola profesional termuda di sepanjang sejarah Nantes. 

Abdoulaye Dabo dahulu sering bermain di posisi gelandang bertahan, berdiri di depan benteng pertahanan. N'Golo Kante adalah idola Dabo, namun lebih ke karakter dan kepribadian ketimbang karakteristik teknikal. 

Dabo adalah pesepakbola eksplosif, cepat dan punya kemampuan menggiring bola jempolan. Karena kualitas itu juga dalam dua tahun terakhir Dabo telah mengambil peran yang berbeda. Dia lebih didorong ke depan di area kiri serangan. 

Dabo juga punya postur kekar nan ideal dengan tinggi 181cm, dia adalah pemain klasik yang gemar bermain di garis dan berulang-ulang melewati pemain. 

Bakat itu sekarang sudah tiba di Turin dan ada di tangan pelatih U-23 Juventus Lamberto Zauli. 

Pada akhirnya, Juventus mendatangkan Dabo ke Italia denngan status pinjaman ditambah opsi pembelian. Dia punya waktu enam bulan untuk meyakinkan jika investasi kecil yang telah dilakukan para petinggi Bianconeri merupakan keputusan tepat.

Iklan
0