Bek Atalanta, Cristian Romero melakukan sesuatu yang tidak diharapkan Juventus di final Coppa Italia musim lalu: ia menyerang Juve.
Ketika Federico Chiesa terjatuh di kotak penalti saat laga di Mapei Stadium baru berjalan enam menit, para pemain dan staf Bianconeri marah karena mereka merasa pantas mendapatkan penalti.
Romero tampak kesal dan mengungkapkan ketidaksenangannya kepada wasit, Chiesa dan mantan rekan-rekan setimnya.
Pemain pengganti Juve, Leonardo Bonucci, pun terpancing. Ia berteriang dari pinggir lapangan: "Romero, hingga 10 bulan kemarin, Anda pendiam; jangan bertingkah seperti fenomena sekarang!"
Romero, bagaimana pun, tetap menjadi karakter yang rendah hati dan sederhana.
Ketika ditanya soal komentar Bonucci terkait insiden tersebut, pemain berusia 23 tahun itu mengatakan kepada Gazzetta dello Sport: "Memang benar: saya adalah seseorang yang sangat sedikit berbicara. Bahkan sekarang... Saya suka, seperti yang mereka katakan, untuk melakukan pekerjaan saya, berbicara di lapangan."
Romero direkrut Juventus dari Genoa pada musim panas 2019 senilai €26 juta, setelah melakoni musim debut yang luar biasa di Serie A.
Namun, ia langsung kembali dipinjamkan ke Genoa untuk kampanye musim 2019/20.
Sekali lagi Romero membuktikan kapasitasnya di Luigi Ferraris, akan tetapi kubu Juventus masih belum terkesan dengannya dan menilainya belum layak membela skuad utama.
Getty/GoalBonucci, Giorgio Chiellini dan Matthijs de Ligt, mereka adalah nama-nama besar seperti yang dikatakan oleh Romero, dan peran ketiganya di Turin memang sulit digusur.
Jadi, ia meminta agennya untuk mencari klub baru baginya, dengan mengatakan kepada Ciro Palermo, "Saya tidak ingin berdiam diri dan melewatkan satu tahun [tanpa bermain]."
Beberapa klub menyatakan ketertarikan padanya, tapi ketika Romero mendengar Atalanta meminatinya, hanya ada satu tempat yang ingin ditujunya.
Di Genoa, ia berbagi ruang ganti dengan beberapa pemain yang pernah dilatih oleh Gian Piero Gasperini. Mereka mengatakan kepadanya bahwa sang pelatih Atalanta adalah sosok yang begitu dihormati dan bisa membawanya ke level yang lebih tinggi, dan itu terbukti,
Memang, Romero mengakui bahwa ia belajar lebih banyak hal hanya dalam beberapa bulan di bawah Gasperini ketimbang yang didapatnya selama dua tahun di Genoa.
"Sebelum bertemu dengannya, [permainan] saya adalah bencana secara taktis," kata Romero kepada Gazzetta. "Saya tidak mengerti apa pun."
Namun, pada akhir musim, Romero menjadi salah satu tulang punggung kesuksesan Atalanta finis di empat besar. Dan itu jelas prestasi yang mengesankan.
Atalanya, dengan permainan menyerang yang dinamis, tekanan intens, kinerja bek tengah tidak begitu menonjol dalam sistem Gasperini.
Dengan kedua bek sayap yang lebih fokus menyerang, maka setiap pemain yang ada di belakang dalam formasi tiga bek dituntut untuk mampu cekatan dalam situasi satu lawan satu.
Itu tugas yang sulit, tapi Romero mampu mengembannya dengan baik dan statistiknya sepanjang 2020/21 berbicara.
Getty/GoalDi liga yang masih dikenal dengan keunggulan para beknya, ia menempati peringkat pertama dalam hal pemulihan bola (37), kemenangan duel udara (113), intersepsi (96) dan penguasaan bola (237).
Stefan de Vrij, Milan Skriniar dan Alessandro Bastoni mungkin memainkan peran penting dalam kesuksesan Inter menjuarai Serie A, tapi Romero-lah yang dinobatkan sebagai bek terbaik liga.
Keputusan Atalanta untuk mengaktifkan opsi mereka untuk mengontrak Romero secara permanen seharga €16 juta terbukti cerdas, dan yang luar biasa, La Dea sekarang siap memetik keuntungan langsung dari investasi mereka.
Rencana awalnya adalah terus mengandalkan Romero di belakang dalam musim ketiga secara beruntun di Liga Champions. Namun, model bisnis Atalanta sekarang yang lebih mengedepankan keuntungan dari dana penjualan para pemain membuat tidak ada satu pun yang tidak tersentuh di skuad.
Oleh karena itu, mereka tidak akan pernah menolak tawaran Tottenham Hotspur senilai €50 juta untuk pemain yang mereka yakini sekali lagi bisa digantikan, kali ini kembali menyasar ke Juventus, mereka menggantinya dengan Merih Demiral yang akan merapat dengan status pinjaman plus opsi pembelian €28 juta.
Dari sudut pandang Spurs, Romero merupakan investasi besar, yang keberhasilan transfernya akan sangat memengaruhi pandangan fans terhadap kinerja direktur sepakbola baru mereka, Fabio Paratici.
Pria Italia itu mungkin bisa dibilang yang mendatangkan Romero ke Juventus ketika bekerja di sana, namun ia juga yang membiarkannya pergi ke Atalanta.
Tidak bisa dipastikan bahwa Romero akan langsung cepat beradaptasi dengan lingkungan barunya di London, tapi dengan pengalamannya di Bergamo setidaknya ada keyakinan akan hal tersebut.
Getty/GoalDengan kualitasnya, Romero diyakini tidak akan kesulitan bersaing dengan ketatnya persaingan fisik di Liga Primer Inggris. Ia tentu tidak akan membutuhkan banyak waktu untuk membiasakan diri.
Romero baru melakukan debutnya untuk Argentina pada 3 Juni, dalam kualifikasi Piala Dunia 2020 lawan Chile dan hanya berselang kemudian, ia berada di Rio de Janeiro untuk mengalahkan Brasil di final Copa America.
Sang bek hanya memainkan tiga pertandingan dalam kampanye juara karena terkendala cedera, namun ia tetap masuk ke dalam tim terbaik turnamen karena Albiceleste tidak kebobolan satu gol pun saat ia berada di lapangan.
Ia benar-benar menjelma sebagai sosok penting di tim nasionalnya, secepat itu, seperti gambaran yang diutarakan oleh pelatih Lionel Scaloni, yang menyebutnya sebagai "bocah spektakuler".
Romero memang bukan bek sempurna. Ia masih harus mengasah lagi insting bertahannya terutama dalam menghindari momen-momen untuk melakukan pelanggaran krusial. Hanya ada tiga pemain yang mencatatkan pelanggaran lebih banyak darinya di Serie A musim lalu.
Namun, ia masih muda, masih bisa terus belajar dan berkembang. Romero tidak hanya berkembang sebagai pemain di Atalanta tapi juga sebagai pribadi.
Di ruang ganti tanpa superstar, ia tidak gugup sehingga bisa membentuk karakternya sebagai salah satu pemain yang piawai diandalkan oleh tim.
Bisakah ia mengulangi prestasi bagusnya di Tottenham? Setelah 10 bulan yang luar biasa, Romero akan sangat percaya diri untuk berkembang lebih jauh di Liga Primer.
Seperti biasa, ia akan berusaha untuk membiarkan kemampuannya mengolah bola yang berbicara, dan itu adalah langkah yang membantunya sejauh ini.
