Gianluigi Donnarumma menganggap Pepe Reina sebagai salah satu teman terdekatnya di sepakbola.
Jadi, setelah AC Milan kalah 3-0 dari Lazio pada 26 April lalu, kedua penjaga gawang berjalan ke tengah lapangan di Stadio Olimpico, berhenti, mengobrol, bertukar kaos, dan berbagi tawa.
Namun, beberapa pendukung Rossoneri marah dengan sikap Donnarumma itu yang dinilai tidak menghormati tim. Ada hujatan di media sosial yang kemudian ditujukan kepadanya dan itu terus berlangsung sampai saat ini.
Sabtu kemarin, sekelompok ultras Milan mendatangi kompleks latihan klub untuk mengajak Donnarumma berbicara empat mata.
Dalam momen tersebut, ia dikritik karena terlihat cengengesan ketika timnya baru saja mengalami kekalahan memalukan dari Lazio.
Donnarumma juga didesak untuk segera memperpanjang kontraknya yang akan berakhir pada musim panas tahun ini.
Atau, paling tidak, segera memperpanjang sebelum pertandingan Serie A akhir pekan ini melawan Juventus.
Dengan Milan dan Juve memiliki poin yang sama dengan Atalanta berurutan dari posisi dua hingga empat, juga ada Napoli yang berjarak dua poin dari urutan kelima, pertandingan di Turin akan sangat krusial untuk menentukan tim mana saja yang akan finis di empat besar alias zona Liga Champions.
Keputusan Donnarumma dalam memperpanjang kontrak juga akan dipengaruhi apakah Rossoneri bisa memberinya jaminan bermain di Liga Champions, kompetisi yang sangat diidamkannya.
Karena itu, ia menjelaskan kepada ultras Milan bahwa kendati masih ingin bertahan di San Siro, ia belum membuat keputusan mengenai masa depannya. Ia juga menepis kabar bahwa sudah menjalin kontak dan siap bergabung dengan Juve secara bebas transfer pada musim panas.
GoalCukup adil untuk mengatakan bahwa ultras Milan tidak puas dengan sikap Donnarumma.
Gazzetta dello Sport mengklaim bahwa mereka mendesak Donnarumma agar tidak ikut bertanding menghadapi Juve pada Senin (10/5) dini hari esok, jika masih belum menegaskan komitmen untuk Milan. Selain itu, Corriere dello Sport melaporkan bahwa pemain berusia 22 tahun itu meninggalkan pertemuan dadakan dengan tifosi itu dengan menahan tangis.
Situasi ini akan mengejutkan apabila sebelumnya memang belum pernah terjadi.
Fans Milan punya hubungan yang begitu mendalam dengan Donnarumma. Ia mungkin lahir di Campania, namun ia mendukung Rossoneri sejak kecil. Ia rutin menonton saudaranya, Antonio bermain untuk tim junior klub ketika ia masih kecil.
"Saya juga biasa membawakannya celana pendek dan jersey saya," kata Antonio kepada Goal pada 2017, "jadi mungkin Gigio sudah ditakdirkan untuk Milan sejak ia masih kecil."
Donnarumma memang memiliki penampilan seperti seseorang yang ditakdirkan membela Milan, ketika ia menembus tim utama saat berusia 16 tahun, pada Oktober 2015.
Bukan hanya karena ia sudah terlihat seperti kiper veteran, tapi performanya memang seperti itu. Memang, meski punya postur yang tinggi, tegap dan mengesankan, yang paling menonjol adalah ketenangannya, dan tidak mengherankan ketika, pada 2017, ia meraih penghargaan NXGN dari Goal untuk pesepakbola remaja terbaik di dunia.
AC MilanNamun, saat Donnarumma mungkin sudah dewasa dalam penampilan untuk ukuran seorang remaja, perselisihan tentang kontrak pertama dalam kariernya berdampak padanya.
Pada musim panas 2017, agennya, Mino Raiola terlibat dalam perang kata-kata yang sengit dengan Milan mengenai masa depan kliennya. Sayangnya, Donnarumma-lah yang menanggung pukulan paling berat dari reaksi tersebut.
Ia dijuluki Dollarumma' oleh tifosi Milan yang marah, serta juga pernah dilempari uang palsu saat tampil membela Italia di ajang Euro U-21.
Donnarumma akhirnya menandatangani kontrak baru pada 11 Juli 2017 - lebih dari sebulan setelah menolaknya - sementara Milan juga merekrut kakaknya, Antonio pada musim panas itu.
Namun, perekrutan saudaranya dipandang sebagai hadiah pribadi agar Donnarumma mau memperbarui kontraknya dan hal tersebut dianggap tidak etis oleh sebagian fans.
Memang, kebencian tidak pernah benar-benar mereda di antara suporter Milan, setelah Donnarumma menampilkan awal yang mengecewakan pada musim 2017/18, para ultras meluapkan emosi mereka pada 13 Desember.
Menjelang pertandingan Coppa Italia dengan Hellas Verona di San Siro, Donnarumma jelas kaget dengan adanya spanduk yang dibentangkan di Curva Sud, yang berbunyi: "Keburukan moral, enam juta per tahun dan perekrutan saudara parasit? Sekarang pergilah, kesabaran ada batasnya!"
Kapten Milan saat itu, Leonardo Bonucci melakukan yang terbaik untuk menghibur Donnarumma, tetapi sang anak muda terlanjur bersedih dan tidak bisa menahan air matanya.
Hebatnya, Donnarumma mampu mencatatkan clean sheet lawan Verona dan sekali lagi menggarisbawahi ketangguhan mental luar biasanya dengan membuktikan dirinya sebagai kiper paling menjanjikan yang muncul di Italia sejak Gianluigi Buffon.
Hanya saja, spekulasi transfernya tidak kunjung hilang, karena Raiola tetap menjadi agennya.
Getty/GoalMenurut laporan terbaru, Milan telah menawarkan Donnarumma kontrak baru senilai €8 juta per tahun, yang berarti akan mendapatkan kenaikan gaji 25 persen.
Tapi, Raiola mengklaim ia telah menerima penawaran €10 juta per tahun dari pihak lain yang tertarik merekrut sang kiper, termasuk Juventus. Dengan Gazzetta bersikeras bahwa Milan menolak untuk memenuhi tuntutan gaji sang agen, timbulah ketegangan.
Situasinya kini tidak separah dengan apa yang harus dihadapi Donnarumma pada akhir pekan lalu.
Dan direktur teknik Milan, Paolo Maldini - yang juga pernah bermasalah dengan ultras Milan saat dulu bermain di San Siro - menyerukan agar perselisihan antara fans dan para pemain diakhiri.
"Penting untuk menegaskan kembali bahwa tidak ada seorang pun di luar Milan yang dapat memutuskan siapa yang bermain dan siapa yang memperbarui kontrak," kata bek legendaris itu kepada ANSA. "Pilihan tertentu dibuat oleh pelatih, mengenai keputusan di lapangan, dan klub, mengenai kontrak..."
"Fans Milan, hingga kini menjadi teladan dalam mendukung tim, harus memahami bahwa saat ini para pemain membutuhkan ketenangan dan konsentrasi."
"Apa yang terjadi pada Sabtu pagi dengan Donnarumma tidak membantu [meredakan situasi]."
Donnarumma, pada bagiannya, melalui Instagram pada awal pekan ini menegaskan ia tetap "fokus" pada pertandingan tandang Senin dini hari ke Turin. Dan semoga itu benar adanya.
Karena itu merupakan salah satu pertandingan terpenting musim ini, semua orang akan fokus para seorang penjaga gawang yang berulang kali harus menghadapi tekanan yang belum pernah terjadi pada usia yang begitu muda.
Sekali lagi, beberapa dari mereka yang seharusnya mendukung Donnarumma justru menyakitinya.




