Satu pemain penting tidak terlihat di satu sesi latihan Liverpool di Anfield pada pekan ini.
Georginio Wijnaldum tidak terlihat pada skema 11v11 the Reds yang sedang mempersiapkan diri bergulirnya lagi Liga Primer Inggris. Jurgen Klopp dan tim medis klub berkilah tidak ingin menambah risiko pemain yang sedang mengalami sedikit masalah.
Wijnaldum kemudian memang merumput lagi di Melwood, Rabu (3/6) namun mungkin Liverpool memang sedang mempersiapkan kehidupan tanpa kehadiran sang gelandang.
Mulai bulan depan Wijnaldum akan memasuki tahun terakhirnya bersama the Reds. Bintang lainnya seperti Mohamed Salah, Sadio Mane, Roberto Firmino, Jordan Henderson, Andy Robertson, Trent Alexander-Arnold dan Virgil van Dijk sudah diikat kontrak dengan durasi panjang namun masa depan Wijnaldum belum pasti.
Klopp sendiri telah menegaskan keinginan melihat sang bintang bertahan, dan poin itu telah diungkapkan kepada Wijnaldum dan perwakilannya. Wijnaldum memang bukan pemain paling spektakuler the Reds, tetapi jelas adalah salah satu yang paling dipercaya Klopp. Dahulu Wijnaldum ingin menjadi pesenam, sekarang dia kawan Klopp yang paling fleksibel.
"Perannya sangat jelas, dia sangat penting," kata Klopp di awal musim. "Apakah dia gelandang yang sempurna? Dari kemampuan, 100 persen. Dia punya segala yang Anda butuhkan."
Pep Lijnders meyakini Wilnaldum bersama Roberto Firmino adalah pemain yang paling mewakili identitas Liverpool.
"Kami ingin semua pemain bertanggung jawab atas segalanya," tutur sang asisten manajer kepada Goal tahun lalu. "Dia dengan baik mewakili apa yang diharapkan dari seorang pemain."
Statistik mendukung poin Lijnders. Sejak Wijnaldum didatangkan dari Newcastle pada musim panas 2016, hanya satu pemain yang punya koleksi penampilan lebih banyak di semua kompetisi untuk Liverpool, yaitu Firmino.
Terkait pertandingan liga, bintang asal Belanda itu hanya kehilangan 11 pemain dari kemungkinan 143. Lagi, hanya Firmino yang lebih sedikit (8).
Ketika Wijnaldum bugar - dan biasanya seperti itu - maka dia dipastikan tampil, meski harus juga dicatat jika dia pernah duduk di bangku cadangan di semi-final Liga Champions. Lawan Roma pada 2018 dan Barcelona tahun lalu. Di kedua laga tersebut sang gelandang memberikan kontribusi besar sebagai pemain pengganti.
Getty ImagesMenarik juga, Wijnaldum menggambarkan hubungannya dengan Klopp seperti 'sedikit benci dan cinta', dia mengaku marah dan kecewa ketika dicadangkan lawan Barcelona, hingga ingin memberi bukti kemampuan pada Klopp.
"Saya masih tidak tahu apa yang terjadi, saya tidak tahu apakah itu memang rencana yang sudah disusun Klopp," kata Wijnaldum di Sunday Mirror. "Melihat lagi ke belakang, saya hanya bisa mengatakan, semua berjalan dengan baik."
Kontribusi Wijnaldum untuk Liverpool bisa dilihat dari statistik dengan jumlah gol menjadi satu-satunya titik lemah. Wijnaldum tidak pernah mencetak lebih dari enam gol dalam satu musim dan ada fakta lain yang cukup mengejutkan. Dia tidak pernah mencetak assist sejak musim 2017/18. Tetapi tengok angka yang dihasilkannya bersama timnas Belanda. 10 gol dalam 17 penampilan terakhir. Dua fakta ini cukup membuat bingung.
Pada kenyataannya, peran Wijnaldum di bawah arahan Klopp lebih bernuansa. Sebuah analisis dari salah satu sumber klub menyebutnya 'katup penyelamat'. Wijnaldum diharapkan mampu menjaga possession dan secara konsiten berada di posisi tepat tanpa bola. Kehadiran Wijnaldum menjamin keseimbangan, kekuatan, ketidakegoisan dan paling penting kemampuan serba bisa.
Wijnaldum juga adalah figur penting di luar lapangan.
Wijnaldum dan Van Dijk ada di balik otak adegan berlutut pasukan Liverpool di Anfield sebelum memulai sesi latihan awal pekan ini. Sebuah sikap solidaritas Black Lives Matter terkait tewasnya George Floyd di Minneapolis. Aksi ini dibagikan oleh para pemain melalui beragam kanam media sosial. Wijnaldum dengan jitu membahas pentingnya menendang rasisme tidak hanya di olahraga, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat.
"Jika pelecehan itu terjadi, saya akan meninggalkan lapangan" tuturnya di hadapan reporter terkait winger Excelsior Rotterdam Ahamad Mendes Moreira yang secara rasial dilecehkan tribun di laga lawan FC Den Bosch.
"Ini masalah sosial," imbuhnya. "Ini sesuatu untuk politik dan tidak bisa diterima."
@LFC"Gini adalah kepribadian di kamar ganti," kata Klopp. "Dia bukan pemain yang selalu mengatakan ya pada segalanya."
"Dia sosok luar biasa," imbuh mantan penyerang Liverpool Ryan Babel. "Dia asalah orang yang tidak pernah malu mengutarakan opini. Dia punya opini yang kuat dan sangat disukai oleh tim."
"Terutama di tim nasional, dia adalah salah satu pemimpin dan sangat penting bagi kami."
Nasib Wijnaldum di Anfield memang masih harus dinanti. Dengan usia 30 pada November mendatang, dia tidak akan pernah kekurangan tim peminat jika harus meninggalkan Merseyside tahun depan.
Barcelona adalah pengagum Wijnaldum, sementara Juventus dan Bayern Munich selalu gemilang dalam urusan bebas transfer.
Wijnaldum sendiri ingin mengakhiri karier sebagai pesepakbola profesional di Belanda. "Di masa depan, saya bisa melihat diri sendiri berkostum Feyenoord, PSV atau Sparta Rotterdam lagi."
Untuk sekarang, Wijnaldum masih jadi bagian penting Liverpool. Kehendak Klopp bakal jadi penentu.
