Bukan tanpa sebab sebutan "jelmaan Michael Ballack" tertuju pada Kai Havertz.
Selain kemiripan posisi bermain hingga tinggi badannya yang sama persis (189 cm), Havertz juga tengah gemilang bersama Bayer Leverkusen, klub yang dulu memperkenalkan Ballack kepada dunia.
Ketika Bundesliga Jerman bergulir kembali akhir pekan lalu setelah setop dua bulan akibat pandemi virus corona, kita kembali diingatkan tentang bakat besar Havertz.
Ia menginspirasi kemenangan 4-1 atas Werder Bremen lewat dua gol sundulannya, Senin (18/5). Sebuah performa yang semakin membuat Havertz menyerupai Ballack, lantaran dulu eks bintang Chelsea ini sering mencetak gol memakai kepala.
Mantan gelandang Bayern Munich Owen Hargreaves setuju jika Havertz adalah reinkarnasi Ballack, tapi ia juga menyebut ada sentuhan Mesut Ozil dalam diri gelandang serang belia itu.
"Dia adalah pemain spesial, seperti perpaduan antara Ballack dan Ozil. Ini terlihat dari gol-golnya dan gaya bermainnya yang elegan. Dia adalah pemain super. Dia adalah talenta terbaik Jerman berikutnya," kata Hargreaves kepada Goal.
GettyNama Havertz sebetulnya sudah melambung sejak sukses menembus tim utama Leverkusen di umur 17 tahun. Sejak itu, beragam rekor sukses dipecahkannya dan ia dianggap sebagai pilar masa depan sepakbola Jerman.
Musim lalu, Havertz meledak dengan mengukir 20 gol dari 42 laga di semua ajang. Jumlah gol itu menjadikannya sebagai topskor Leverkusen di musim 2018/19, mengungguli senior-seniornya seperti Julian Brandt, Kevin Volland, dan Lucas Alario.
Kepergian Brandt ke Borussia Dortmund membuat Havertz sedikit kepayahan di awal musim 2019/20 seiring Leverkusen juga mengalami start lamban. Namun, sejak pergantian tahun, Havertz langsung tancap gas.
Dari yang tadinya hanya mengemas tiga gol di paruh pertama musim, kini Havertz mampu menambah sembilan gol lagi di tahun 2020. "Sejak pergantian tahun, kita sudah melihat kembali Kai Havertz yang kita kenal selama ini. Dia sangat penting untuk tim ini," kata pelatih Die Werkself Peter Bosz.
Ketika Maret lalu mencetak gol ke gawang Eintracht Frankfurt -- laga terakhir Leverkusen sebelum Bundesliga terhenti karena pandemi Covid-19 -- Havertz mencatat rekor sebagai pemain termuda yang menembus 30 gol. "Dia adalah paket komplet," tambah Bosz.
Goal IndonesiaPerforma memikat Havertz tentu saja terendus oleh banyak klub top Eropa. Bayern Munich, seperti biasa, bakal berupaya untuk mengumpulkan talenta-talenta terbaik Jerman dan Havertz bukan pengecualian.
Klub-klub raksasa Liga Primer Inggris jelas tak mau ketinggalan. Demikian pula Real Madrid dan Barcelona yang dikabarkan turut meminati pemuda kelahiran Aachen ini. Namun, tepatkah Havertz meninggalkan Leverkusen sekarang?
"Pemain dengan kualitas seperti dia laris di mana-mana, tapi saya pikir dia ada di tangan yang baik bersama Leverkusen," kata Ballack kepada SportBild beberapa waktu lalu.
"Kondisi umum di sana sempurna untuk pemain muda top dan pengembangan mereka lebih lanjut. Leverkusen memainkan sepakbola yang menarik dan menawarkan lingkungan yang punya kehati-hatian," imbuhnya.
Idealnya, Havertz memang harus mematangkan diri di BayArena satu-dua tahun lagi. Misi membawa Leverkusen meraih trofi pertama sejak 1993 juga layak dijajalnya.
Di usia 20 tahun, Havertz masih punya banyak waktu sebelum mengambil lompatan besar untuk memenuhi takdirnya sebagai pesepakbola elite Jerman.


