Presiden Joko WidodoGelora Trisula Semesta

Menagih Realisasi Presiden RI Joko Widodo Membangun Sepakbola Indonesia

Joko Widodo kembali menjadi orang nomor satu di Indonesia. Ia terpilih bersama Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden untuk lima tahun ke depan, yang bakal dilantik 20 Oktober 2019. 

Dalam periode pertama 2014-2019, pria yang karib disapa Jokowi ini terlihat begitu peduli dengan kondisi sepakbola nasional. Ia pernah menyatakan bakal membangun kantor PSSI yang ditunjang dengan fasilitas bagus. 

Pernyataan tersebut disampaikannya setelah Jokowi menggelar rapat terbatas (ratas) dengan PSSI dan sejumlah menteri kabinetnya, di Istana Negara pada 24 Januari 2017. Ia menginginkan federasi sepakbola tanah air punya tempat kerja dengan standar baik.

Keluarnya pernyataan tersebut lantaran Jokowi tersinggung setelah Edy Rahmayadi yang ketika itu masih menjabat ketua umum PSSI, memaparkan kondisi kantornya lebih buruk dibanding Afganistan dan Timor Leste. Padahal, kedua negara tersebut tidak lebih maju dibanding Indonesia.

Merasa tidak terima, Jokowi langsung memerintahkan sejumlah menteri seperti Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Suwandi, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, dan Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil untuk membangun kantor PSSI lebih baik dari kantor federasi kedua negara tersebut.

"Terkait kantor PSSI sekarang sedang kami cari tanah dan lahan di Jakarta. Ya kalau bisa di dalam kota atau tidak bisa kita cari di luar kota sedikit. PSSI harus punya citra yang besar, kantornya harus bagus dan ingin prestasinya juga bagus," ucap Jokowi.

Bukan hanya soal pembangunan kantor PSSI saja, usai ratas tersebut Jokowi juga berkomitmen pemerintah akan memperbaiki sepakbola Indonesia. Mulai dari pembinaan usia dini, pembenahan infrastruktur, hingga pemenuhan pelatih berlisensi.

Namun, setelah dua tahun lebih berlalu tidak ada lagi kelanjutan tentang pembangunan kantor PSSI dan komitmen pemerintah soal pembangunan sepakbola nasional. Hal yang dikatakan Jokowi seolah tertelan bumi.

Harapan pemerintah bakal memberi perhatian khusus terhadap sepakbola Indonesia kembali muncul. Hal itu setelah Jokowi mengeluarkan Instruksi presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019, tentang Percepatan Pembangunan Persepakbolaan Nasional yang dikeluarkannya pada 25 Januari 2019.

Di dalam Inpres itu, Jokowi menginstruksikan kepada 12 kementerian, kapolri, dan seluruh gubernur serta Bupati/Walikota untuk membantu membangun sepakbola Indonesia agar bisa meraih prestasi di kancah internasional. 

Adapun 12 Menteri tersebut yakni Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Menteri Pemuda dan Olahraga, Mendikbud, Menteri Agama, Menristek Dikti, Menteri BUMN, Menteri Keuangan, Menteri Agraria, Menteri PUPR, Menkes, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasinoal/Bappenas. Mereka diminta untuk mengambil langkah peningkatan prestasi sepakbola.

"Persepakbolaan Indonesia akan lebih berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Untuk itu dibutuhkan penanganan hulu ke hilir yang terintegrasi di beberapa kementerian," ucap Staf Khusus Presiden, Adita Irawati. 

Tapinya, lagi-lagi belum ada langkah konkret yang dilakukan meski Inpres sudah keluar sejak beberapa bulan lalu. Sepakbola Indonesia masih saja berkutat seperti dulu karena tidak adanya dukungan nyata dari pemerintah.

Semoga Jokowi dapat merealisasikan pembangunan sepakbola Indonesia pada masa jabatan keduanya ini. Jangan hanya menuliskan tinta hitam di atas kertas dan mengumbar janji saja kepada publik yang sangat ingin persepakbolaan tanah air maju.

Iklan
0