Corinthians kalah 2-1 dari Coritiba dalam laga comeback Memphis Depay di kompetisi Brasil. Penyerang timnas Belanda itu bermain selama satu babak dan gagal membawa klubnya meraih hasil positif.
Protes yang sebelumnya diumumkan para suporter Corinthians pada akhirnya tidak terjadi. Ada kritik keras terhadap Memphis, yang pada Jumat merilis klip mencolok. Di dalamnya antara lain terlihat kompleks latihan Corinthians terbakar, sementara sang penyerang menyaksikannya dari dalam mobilnya.
Dalam lagu berjudul ‘Don’t Panic’, Memphis melontarkan kritik kepada petinggi Corinthians. ''Saya mengenal seorang wakil presiden yang sekarang menjadi musuh saya. Saya melihat cara mereka memandang saya, tetapi tiba-tiba mereka memanggil saya bos. Saya melihat mereka mencoba mencemarkan nama saya, tetapi jika Anda memahami permainannya, Anda tidak akan pernah panik.''
Memphis memberikan penjelasan lewat X pada Sabtu pagi. ''Saya menulis lagu ini sekitar bulan April, kira-kira empat bulan lalu. Sebagai seorang artis, saya menggunakan pena saya untuk mengekspresikan perasaan, mimpi, atau mimpi buruk saya. Saya sangat mencintai Corinthians dan semua orang yang menginginkan yang terbaik untuk klub yang luar biasa ini.''
Pemain Belanda itu masuk setelah jeda untuk Corinthians, yang saat itu tertinggal 1-0. Dari tayangan yang beredar, Memphis terlihat sangat mudah jatuh di kotak penalti demi mendapatkan hadiah penalti. Namun, bola tidak menunjuk titik putih. Coritiba menggandakan keunggulan seperempat jam sebelum laga usai. Raniele memperkecil ketertinggalan pada masa injury time, tetapi itu terlambat bagi tim tamu.
Corinthians kini mengalihkan fokus ke laga besar melawan Santos yang diperkuat Neymar pada Minggu. Pertandingan kandang itu dimulai pukul 21.00 waktu Belanda.



