Stadion MaguwoharjoAurelius Balakosa / Goal

Media Officer Diserang Di Kandang PSS Sleman, Madura United Lapor Polisi

Laga antara PSS Sleman dan Madura United berakhir dengan skor imbang 1-1, di Stadion Maguwoharjo, pada pekan lanjutan Liga 1 2023/24.

Selepas pertandingan, staf media dari Madura United mendapat serangan dari oknum, sampai-sampai sesi jumpa pers selepas laga tak dilakukan pelatih dan pemain Madura United.

Tensi panas di pertandingan merembet ke ruang jumpa pers, yang padahal area steril dan tak bisa dimasukki sembarang orang kecuali dengan kartu pengenal resmi.

Ferdiansyah Alifurrahman sebagai media officer dari Madura United jadi korban, dan pihak klub tak tinggal diam dengan melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

"Terjadi pengeroyokan terhadap staf media Madura United oleh oknum suporter PSS Sleman pada saat press conference di Maguwoharjo," kata Achsanul Qosasi, presiden Madura United. 

"Terjadi di ruang media yang harusnya steril, staf kami kepalanya bocor. Manajemen memutuskan untuk melapor polisi," sambung sosok yang akrab disapa AQ itu.

Umar Wachdin, manajer Madura United, turut murka dan akan melakukan protes kepada operator liga atas kejadian ini.

"Madura United FC MENGUTUK KERAS atas kejadian ini. Kami berpendapat bahwa stadion Seharusnya menjadi tempat yang ramah bagi semua orang terutama bagi kedua tim yang bertanding. Terlebih kejadian ini terjadi di ruang media conference yang seharusnya menjadi ruang terbatas diperuntukkan bagi personil yang terdaftar.

"
Kami akan melakukan protes resmi kepada operator liga atas ketidaknyamanan ini, selain kami juga menempuh upaya hukum demi terangnya insiden ini," ucapnya.

Madura United juga sudah melampirkan bukti surat laporan kepada pihak kepolisian terkait insiden ini. Mereka memajang video bagaimana di ruang jumpa pers ketika peristiwa tersebut terjadi.

Iklan
0