Jordan Henderson menjalani debut resmi yang sangat sulit bersama Chelsea. Mantan gelandang Ajax itu menjadi starter pada Jumat malam melawan klub lamanya, Brentford, tetapi tidak mampu mencegah kekalahan telak 3-0. Media Inggris pun tidak berbelas kasihan kepada gelandang 36 tahun itu setelah laga usai.
Henderson telah pulih dari cedera pergelangan tangan yang dialaminya saat Piala Dunia dan mendapat kesempatan tampil sebagai starter untuk pertama kalinya dari pelatih Xabi Alonso bersama Chelsea. Gelandang itu bermain sebagai pemain paling defensif dalam blok dua gelandang dan hampir setiap kali menyentuh bola ia mendapat siulan ejekan dari para pendukung Brentford, klub yang musim lalu masih mengontraknya.
Menurut Evening Standard, Henderson nyaris tidak berhasil mempercepat permainan Chelsea. "Semuanya terlalu lamban," tulis surat kabar itu. Henderson ditugaskan menjaga keseimbangan sebagai gelandang jangkar, tetapi menurut media tersebut umpannya jelas kurang tajam dan tidak cukup progresif. Itu membuatnya mendapat nilai 4.
The Sun juga memberi Henderson nilai 4. Surat kabar itu melihat sang veteran sempat beberapa kali terlibat dalam kombinasi sederhana, tetapi menilai umpannya terlalu sering mengarah ke samping atau ke belakang. Selain itu, situasi bola matinya juga tidak meyakinkan.
Terutama pada gol kedua Brentford, Henderson melakukan kesalahan. Ia kehilangan bola, lalu Mikkel Damsgaard mengirim Kevin Schade berlari ke ruang kosong. Kiper Emiliano Martínez masih mampu menepis upayanya, tetapi Igor Thiago sigap menyambar bola muntah dan menceploskannya ke gawang. Menurut The Sun, Henderson dengan demikian sangat bertanggung jawab atas gol penentu 2-0.
Suporter Brentford jelas menikmati momen itu dan langsung mengarahkannya kepada mantan pemain klub tersebut. "Jordan, Jordan, berapa skornya?," terdengar dari tribune.
Hal lain yang mencolok, mantan pemain Ajax Jorrel Hato tetap duduk di bangku cadangan sepanjang pertandingan.

