OLEH MUHAMMAD RIDWAN
Duka kembali hadir di sepakbola Indonesia. Penjaga gawang Persela Lamongan Choirul Huda, meninggal dunia usai bertabrakan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues saat ingin menghalau bola pada laga kontra Semen Padang di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (15/10).
Akibatnya, Huda tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit ketika masa injury time babak pertama. Pihak rumah sakit pun sudah berupaya untuk menyelamatkan nyawa pesepakbola berusia 38 tahun tersebut.
Tapi, Huda tetap tidak tertolong. Kepergian pria asal Lamongan tersebut tak hanya jadi perhatian insan sepakbola nasional, melainkan media asing turut memberitakan kabar duka ini.
Dailymail, Mirror, ESPN dan termasuk Goal Internasional menuliskan meninggalnya Huda. Mereka menceritakan kronologi kejadian tersebut sambil menyisipkan twitter Persela yang memberi kabar Huda telah tiada.
Para media asing itu juga menyebutkan Huda merupakan pemain yang loyal. Itu karena selama berkarier sepakbola profesional sejak 1999 lalu, Huda tidak pernah pergi dari Laskar Joko Tingkir.
Mengabdi selama 18 tahun bukanlah perkara mudah. Namun, Huda sanggup membuktikannya dan ia menjadi legenda buat klub kesayangan masyarakat Lamongan tersebut.
