Ketika Juventus membuat keputusan merekrut Weston McKennie dengan status pinjaman pada musim panas lalu, mereka yakin karena potensinya yang nyata.
Gelandang tim nasional Amerika Serikat (AS) itu bukanlah salah satu pemain muda paling digembar-gemborkan di dunia namun, setelah beberapa tahun bermain untuk tim utama Schalke, kualitasnya semakin terasah.
Juve merasa ia adalah salah satu pemain untuk proyek masa depan - tetapi ternyata mampu memberikan kontribusi lebih besar di luar dugaan. McKennie rupanya dengan cepat mampu berperan lebih penting daripada yang diprediksi Juventus pada mulanya.
Oleh karena itu, tim juara Serie A tersebut telah mengumumkan bahwa mereka mengakuisisinya secara permanen ke Turin dengan banderol awal €18,5 juta.
Langkah itu merupakan bisnis yang sangat baik dilakukan oleh Bianconeri, mengingat pemain berusia 22 tahun tersebut sebenarnya bisa saja memiliki harga dua kali lipat. Juve telah mengamankan seorang pemain yang terintegrasi sempurna dengan sistem mereka dan bisa menjadi bagian dari masa transisi penting menuju kesuksesan klub berikutnya.
Tentu saja, ketika ia bergabung, McKennie tidaklah begitu dipandang. Ia memang berkembang pesat di Schalke namun tidak begitu banyak dikaitkan dengan rumor transfer menuju klub-klub besar Eropa mana pun selain Juventus yang tiba-tiba tertarik merekrutnya.
Sebuah langkah yang cerdik. Schalke, yang terkenda dampak signifikan dari krisis akibat pandemi COVID-19, memberi lampu hijau untuk bernegosiasi, sementara Juve memang membutuhkan darah baru untuk menyegarkan lini tengah mereka yang sudah mulai menua dan tidak efektif.
Pertanyaannya adalah apakah McKennie benar-benar sebuah jawaban atas masalah mereka. Bermain secara reguler di Bundesliga pada usia yang sangat muda tidak diragukan lagi merupakan pencapaian yang mengesankan, namun Juventus menawarkan pengalaman yang sangat berbeda dari Schalke. Bianconeri memiliki skuad mewah yang dipimpin oleh Cristiano Ronaldo dan tidak memiliki ruang bagi yang membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi.
Tapi, meski Ronaldo jelas tetap merupakan pemain vital bagi Juve, kini orang-orang bisa berpendapat bahwa peran McKennie juga tak kalah pentingnya bagi perjalanan sukses tim musim ini.
McKennie telah tampil 14 kali sebagai starter di Serie A, dengan Juve meraih 11 kemenangan dan hanya sekali kalah. Di sisi lain, dalam 10 laga saat McKennie tidak sebagai starter, pasukan Andrea Pirlo kehilangan tujuh poin, yang sebenarnya bisa berarti besar dalam situasi mereka saat ini yang mengejar Inter Milan dan AC Milan di dua besar klasemen Serie A.
Ia mencetak gol-gol penting, melawan Torino, Barcelona dan Milan selain itu ia juga cocok dengan skema Pirlo. Keberadaannya memberikan stabilitas di lini tengah untuk sang pelatih yang baru memulai debutnya di level tertinggi.
Pada dasarnya, ketika bugar, ia membuat Juventus menjadi tim yang lebih baik, membungkam para peragu yang awalnya mempertanyakan status transfernya. McKennie tidak hanya menutupi kelemahan tim, ia juga menjadi kepingan yang berharga.
"Weston McKennie semakin membaik meski pun ia mendapat kendala cedera ringan tahun ini," kata Pirlo baru-baru ini kepada wartawan. "Saya terus berbicara dengan staf medis dan meski pun ia harus lebih banyak istirahat, kami membutuhkannya di lapangan sesering mungkin."
Memang, jelas hanya beberapa minggu setelah kepindahannya ke Turin, Juve yang memutuskan untuk membelinya secara permanen menjadi bukti bahwa McKennie menawarkan sesuatu yang berbeda dari sesama gelandang seperti Arthur, Aaron Ramsey, Adrien Rabiot dan Rodrigo Bentancur.
Getty ImagesEntah dimainkan di sektor tengah atau pun melebar, ia hampir selalu mampu memenuhi ekspektasi Pirlo. Dan sekarang setelah ia resmi menetap di Turin, McKennie sekarang bisa lega menatap masa depannya bersama Juventus, di mana ia bisa memiliki potensi lebih besar untuk benar-benar menjadi seorang bintang sepakbola.
"McKennie masih muda dan memiliki begitu banyak ruang untuk meningkat," kata Pirlo dalam sebuah jumpa pers Januari lalu. "Kami yang tercepat untuk merekrutnya dan kami senang ia menjadi bagian dari skuad ini."
"Ia adalah sosok yang rendah hati dan selalu ingin berkembang, terutama di level teknis. Ia perlu meningkatkan kualitasnya saat menerima bola, namun ia tahu bahwa ini hanyalah titik awal."
Namun, McKennie sekarang akan menjadi bagian penting dari perombakan besar-besaran skuad Juve yang sebagian telah dimulai.
Masa depan Paulo Dybala masih belum jelas, sementara para veteran seperti Giorgio Chiellini, Leonardo Bonucci dan Gianluigi Buffon, yang telah menjadi penentu era kesuksesan Juventus kemungkinan besar akan berhenti.
Bahkan Ronaldo yang hebat pun hanya memiliki sisa waktu dalam hitungan tahun, dan itu juga belum bisa dipastikan apakah masih akan terus bersama Juve.
Juve pun sudah memikirkan masa depan, yang mereka bangun dengan mengandalkan kualitas nama-nama seperti McKennie, Matthijs de Ligt, Federico Chiesa dan Dejan Kulusevski.
Apa yang terjadi selama beberapa tahun ke depan seperti dugaan banyak orang. Transisi tidak pernah mudah dan banyak hal berubah dengan cepat, terutama di klub sebesar Juventus.
Tapi Bianconeri sekarang berkomitmen pada McKennie, dan begitu pula McKennie pada Juventus.
Apa yang dulunya merupakan langkah tawar-menawar berdasarkan potensi telah berubah menjadi kesepakatan permanen antara seorang pemain dan klub yang keduanya dapat melihat hari-hari yang lebih cerah ke depan.


