Kylian Mbappe PSG Paris Saint-Germain 2019-20Getty Images

Kylian Mbappe Ngambek Saat Diganti, Mulai Tak Betah Di Paris Saint-Germain?

Pada malam 17 Mei 2017, Kylian Mbappe mengejutkan semua orang.

Bukan karena pada usia 18 tahun ia mencetak salah satu gol dalam kemenangan atas Saint-Etienne yang membawa AS Monaco mengamankan titel Ligue 1 Prancis, tapi karena ia tidak bergabung dengan rekan-rekan setimnya untuk melakukan selebrasi juara. Ia pulang ke rumah untuk tidur, bersiap melakoni latihan keesokan harinya. Itu menunjukkan tingkat kedewasaan yang menakjubkan dan matang dari seorang pemain muda.

Publik sepakbola telah menyaksikan Mbappe tumbuh dari seorang bocah menjadi lelaki sesungguhnya, dan kemudian dari pemain biasa menjadi seorang superstar pemenang Piala Dunia, memecahkan banyak rekor dalam skala lokal mau pun internasional.

Ketika klub kampung halamannya, Paris Saint-Germain merekrutnya beberapa pekan kemudian, ia menjadi pemain termahal kedua di dunia, di belakang teman setimnya, Neymar, setelah kembali ke ibu kota Prancis dengan banderol €180 juta.

Bahkan belum tiga tahun berlalu, ada tanda-tanda bahwa ia mulai lelah dengan situasi di PSG.

Mereka, PSG, sejauh ini gagal mengimbangi seorang pemain yang ingin memiliki kemajuan karier di lapangan dengan gerak yang sama.

Kylian Mbappe PSG Paris Saint-Germain 2019-20Getty Images

Kemunduran di antara keduanya jarang tampak dan sangat minim, namun saat hal itu tiba, terlihat ketika Mbappe ditarik keluar untuk diganti dalam kemenangan 5-0 atas Montpellier di liga pada akhir pekan lalu. Sang penyerang berusia 21 tahun itu menunjukkan sikap frustrasi.

Bagi pelatih PSG, Thomas Tuchel, reaksi sang pemainnya ketika dikeluarkan sebelum laga selesai terlihat sebagai bentuk kekecewaan yang luar biasa.

Bagi Mbappe - yang ikut mencetak gol versus Montpellier - memiliki adu argumen dengan pelatih di sisi lapangan di hadapan puluhan ribu penonton yang memadati Parc des Princes adalah sebuah petunjukkan rasa tidak hormat kepada sang pelatih, yang bermaksud untuk mengelola kondisi fisiknya selepas mengalami cedera hamstring pada awal musim 2019/20 ini.

Jika rasa lapar akan gol dan menit bermainnya termasuk mengagumkan, namun ia harus sadar bahwa PSG tengah berada di tengah-tengah jadwal padat, yang mengharuskan tim bermain 14 kali dalam 44 hari, di antaranya ada kunjungan ke markas Borussia Dortmund di babak 16 besar Liga Champions. Tuchel memiliki prioritas lebih besar bagi tim ketimbang menargetkan tim untuk selalu tampil dan memenangkan pertandingan dengan skor-skor mencolok.

Kekuatan nama dan reputasi besar sang pemain kini menjadi masalah bagi PSG dan hubungan kedua pihak tampak menuju ke arah yang kurang baik dengan menunjukkan reaksi marah saat diganti.

Alih-alih membaik, perkembangan terkini menandakan hubungan yang ada semakin memburuk dengan Tuchel belum pernah secara terbuka menunjukkan kasih sayang terhadap Mbappe, seperti yang pernah dilakukannya terhadap Angel Di Maria di masa lalu.

Maka dari itu, tidak mengherankan apabila Mbappe kini menghadapi persimpangan pertama dalam kariernya, dan ia tentu sudah menjadi pantauan beberapa klub yang meminatinya.

"Saya datang ke sini saat usia 18 tahun dan saya pemain berbakat tapi bukan superstar. Namun sekarang saya superstar," kata Mbappe kepada BBC. "Saya harus tetap fokus 100 persen pada PSG dan pada akhir musim kita akan melihat apa yang terjadi."

PSG ingin memperpanjang kontraknya, tapi dengan adanya hubungan rumit dengan Tuchel baru-bari ini, itu menjadi langkah yang sulit. Situasi itu harus sesegera mungkin dipecahkan oleh klub, sebelum musim panas 2021, ketika titik awal kontrak Mbappe akan berakhir dan bisa membuat sang pemain punya nilai tawar lebih tinggi serta melakukan pendekatan dengan klub-klub lain.

Real Madrid tentu saja tetap menjadi klub yang meminatinya, selain Neymar, dengan kedua pemain tersebut memiliki popularitas yang mengesankan dan bisa menambah pemasukan dari aspek penjualan kostum.

Selain Madrid, ada juga Juventus yang berpeluang untuk menggodanya karena ada Cristiano Ronaldo yang menjadi sosok idola Mbappe. Serta Liverpool, dengan kekuatan finansial mereka saat ini menjadi salah satu klub yang bisa memenuhi banderol sang striker yang mencapai €250 juta.

Iklan
0