Bintang Paris Saint-Germain, Kylian Mbappe mengatakan dirinya pernah dikritik karena tidak tajam dalam mencetak gol saat masih muda.
Pemain berusia 22 tahun tersebut merupakan topskor di Ligue 1 musim ini dengan torehan 20 gol dari 25 pertandingan, sementara juga berada di urutan kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak di Liga Champions dengan enam gol dari tujuh penampilan.
Namun, penggawa internasional Prancis itu mengakui bahwa ketika masih remaja dirinya tidak begitu produktif seperti sekarang dan lebih gemar pamer skill alias keterampilan.
Katanya kepada UEFA: "Dulu, di tim junior, orang-orang mengatakan saya tidak cukup banyak mencetak gol dan terlalu sering pamer [skill]. Dalam sepakbola saat ini, Anda harus mencetak gol. Dan untuk mencetak gol, Anda harus berlatih bagaimana melakukannya. Anda harus melatihnya dalam sesi latihan."
"Saat Anda dalam masa-masa kesulitan, tidak ada orang lain yang bisa membantu Anda. Anda harus kuat secara mental dan melakukan segalanya untuk memahami bahwa diri Anda bisa memindahkan gunung. Saat saya turun ke lapangan, saya berkata kepada diri sendiri bahwa saya akan memberikan yang terbaik sebisa mungkin."
Mbappe telah meraih prestasi tertinggi bersama tim nasional Prancis yakni sebagai juara Piala Dunia 2018.
Sang striker mencetak empat gol di Piala Dunia tersebut, saat Les Bleus mengangkat trofi untuk kedua kalinya sepanjang sejarah dan masih menginginkan yang berikutnya.
"Kami ingin memenangkan yang kedua. Piala Dunia adalah target, sesuatu yang Anda usahakan untuk waktu yang lama dan Anda juara ketika Anda telah berusaha mencapai puncak," lanjut Mbappe.
"Saya cukup beruntung memenangkannya pada usia 19 tahun, itu adalah sesuatu yang akan membantu perkembangan dalam karier saya. Akan ada tantangan lain, dan ambisi saya adalah memenangkan yang kedua [secara pribadi]."


