Maurizio Sarri meyakini secara fisik dan mental Juventus telah letih, hal tersebut diutarakan sang pelatih seiring dengan kekalahan mengejutkan dari Udinese.
Juventus punya kans mengamankan Scudetto pada pertengahan pekan ini. Satu kemenangan akan membuat mereka secara resmi mengamankan gelar kesembilan domestik tersebut secara beruntun.
Matthijs de Ligt membuka gol bagi Juventus di babak pertama, namun Udinese yang terancam degradasi membalas dua di paruh kedua untuk menyegel kemenangan.
Illija Nestorovski menyamakan kedudukan di awal babak kedua yang ditambah gol dramatis Seko Fofana pada menit 92. Kekalahan ini membuat Juventus unggul tiga poin dengan tiga laga tersisa.
Atalanta membuntuti di peringkat dua dengan 74 poin sementara Inter dan Lazio mengintai dengan koleksi poin 73 dan 72.
"Di periode ini, kami secara fisik dan mental telah letih dan itu masalah umum untuk semua tim," ujarnya.
"Bermain agresif di musim sekarang lebih menguras tenaga. Untuk sekarang yang terpenting adalah kepatuhan karena perubahan sangat mudah terjadi di pertandingan."
"Terkadang sangat sulit menjaga tempo di sebuah pertandingan, seperti hari ini. Kami kalah."
Juve masih punya kans mempertahankan gelar Serie A ketika menjamu Sampdoria akhir pekan ini dan Sarri menegaskan fokus timnya ada di kompetisi domestik, bukan duel Liga Champions lawan Lyon.
"Untuk sekarang saya tidak memikirkan Liga Champions, dalam otak saya hanya Sampdoria," lanjutnya.
"Kami harus fokus, baru memikirkan Eropa."
Setelah lawan Sampdoria, Sarri dan pasukannya akan menyambangi markas Cagliardi sebelum mengakhiri musim lawan Roma di kandang sendiri.
Berikutnya bagi mereka adalah menjamu Lyon yang bakal datang ke Italia dengan keunggulan agregat 1-0 di babak 16 besar Liga Champions.




