KOREA IRAN SON HEUNG MINGETTY

Mau Hapus Dahaga 63 Tahun, Korea Selatan Bidik Tuan Rumah Piala Asia 2023

Federasi sepakbola Korea Selatan (KFA) sedang menyiapkan proposal sebagai tuan rumah Piala Asia 2023 untuk menghapus dahaga 63 tahun di turnamen bergengsi di benua kuning ini.

Tiongkok sebelumnya telah ditunjuk menjadi tuan rumah, namun mengundurkan diri dengan alasan pandemi COVID-19. Konfederasi sepakbola Asia (AFC) memberi kesempatan kepada 24 federasi yang lolos ke putaran final untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah.

Hingga saat ini Jepang, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan Australia telah menyampaikan minatnya. Dalam keterangan melalui laman resminya, KFA menyatakan negara Asia Timur lebih memungkinkan menggelar ajang ini.

Jika mengacu kepada cuaca, Piala Asia 2023 bisa digelar sesuai rencana pada Juni tahun depan. Sedangkan bila digelar di Asia Barat, kemungkinan akan ditunda ke Januari 2023. Selain itu, Qatar menyandang status sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

KFA menyebutkan alasan mereka mengajukan diri menjadi tuan rumah. Meski telah tampil di Piala Dunia selama sepuluh kali berturut-turut, Korsel belum pernah menjadi tuan rumah turnamen besar seperti Piala Asia.

Pertama dan terakhir kali Korsel menjadi tuan rumah adalah pada tahun 1960 ketika mereka sukses tampil sebagai juara, melanjuti torehan di penyelenggaraan perdana yang digelar di Hong Kong pada 1956. Selepas itu, Korsel tidak pernah menjadi juara. Pada 2015, mereka kandas di final, karena dikalahkan Australia.

“Meski berstatus negara terkuat di persepakbolaan Asia, termasuk tampil di Piala Dunia sepuluh kali berturut-turut, kami sudah lama tidak menggelar Piala Asia, turnamen besar, dan tidak meraih gelar juara,” demikian pernyataan KFA.

“Kami memutuskan untuk mengajukan diri menjadi tuan rumah Piala Asia dengan tujuan berkontribusi pada integrasi, meningkatkan citra internasional Korea, memperluas infrastruktur sepakbola, merevitalisasi ekonomi, serta menjuarai turnamen.”

Jika Korsel akhirnya menjadi tuan rumah, ini tentu akan disambut gembira oleh Indonesia, Malaysia, dan Vietnam. Ketiga negara tersebut ditangani pelatih asal Negeri Ginseng. Shin Tae-yong membesut Indonesia, Kim Pan-gon bersama Malaysia, serta Park Hang-seo dengan Vietnam.

Iklan
0