Bek Juventus, Matthijs de Ligt (20 tahun), mengaku sempat berpikir ogah diposisikan sebagai pemain belakang.
De Ligt didatangkan Juventus dari Ajax pada bursa transfer musim panas lalu senilai €75 juta.
Sempat tampil labil pada awal kompetisi, pemuda Belanda itu nyatanya dipercaya main rutin bareng Leonardo Bonucci di jantung pertahanan Si Nyonya Tua.
“Pada awal karier, saya lebih banyak bermain di lini tengah, mencetak gol, memberikan assist, dan kemudian tiba-tiba mereka [Ajax] membujuk saya menjadi bek tengah,” ucap De Ligt, Kamis (30/4).
“Awalnya saya berpikir, 'Saya tidak suka menjadi pemain bertahan,' tetapi sekarang saya mulai menyadari bahwa cara saya dibesarkan sebagai gelandang membantu saya. Jadi, saya sangat senang bahwa ini adalah pengembangan yang harus saya lalui.”
“Sejak munculnya ‘tiki-taka’ Barcelona, semua pemain ingin bermain dari belakang.”
“Untuk bermain dari belakang, Anda membutuhkan pemain bertahan yang bagus dalam hal menguasai bola. Itu sebabnya kemampuan teknis sangat penting dalam peran saya sekarang,” tambahnya.
Terbukti, De Ligt sukses menyabet gelar Golden Boy Award pada 2018. Lebih spesial lagi, ia menjadi satu-satunya pemain bertahan yang pernah meraih penghargaan tahunan yang diberikan kepada pemain muda terbaik yang berusia di bawah 21 tahun tersebut.


