Cristiano Ronaldo Matthijs de Ligt Juventus 2020-21Getty Images

Matthijs De Ligt Jadikan Cristiano Ronaldo & Gianluigi Buffon Sebagai Sumber Inspirasi

Matthijs de Ligt menyatakan dirinya tidak akan bisa "meniru" metode Cristiano Ronaldo dan Gianluigi Buffon untuk menjadi superstar dengan caranya sendiri, namun bek asal Belanda itu menjadi kedua ikon Juventus itu sebagai sumber inspirasi.

Di usia 21 tahun, de Ligt masih dalam proses mempelajari keahliannya, meski ia adalah mantan Ajax dan pemain yang mendekati 200 penampilan di level klub.

De Ligt memiliki mentor-mentor yang sempurna di sekitarnya di Turin. Bufofn, mantan kiper yang menjuarai Piala Dunia, dan Ronaldo, peraih lima Ballon d'Or, dianggapnya menciptakan standar yang menginspirasi pemain-pemain muda.

"Saya berada di tempat yang saya inginkan dan di mana saya bisa belajar sebanyak mungkin," ujar de Ligt kepada The Telegraph tentang bermain bareng Ronaldo dan rekan-rekannya.

"Ada orang-orang yang berpengalaman, [Giorgio] Chiellini, [Leonardo] Bonucci, tapi juga kiper seperti Buffon dan Cristiano Ronaldo."

"Kami semua memiliki karakteristik yang berbeda dan saya tidak berusaha meniru mereka, tapi saya melihat Ronaldo dan apa yang dia lakukan, bagaimana dia bisa fit sepanjang waktu."

"Saya meminta tips, untuk nasihat. Apa yang saya pelajari adalah bahwa saya perlu melakukan hal-hal yang baik untuk saya. Pada akhirnya, Anda menemukan ritme Anda sendiri."

De Ligt menambahkan tentang Buffon yang kini sudah berusia 43 tahun: "Ya, ia bisa menjadi ayah saya!"

"Itu lucu karena ketika saya melihatnya dan cara dia berperilaku, saya tidak berpikir dia dua kali lipat usia saya dan itu juga kekuatannya serta kenapa dia masih bermain. Ia bermain dengan kepala seperti seseorang yang berusia 29 tahun."

Pelatih Juventus Andrea Pirlo memberi kesempatan de Ligt tampil 21 kali di berbagai ajang kompetisi pada musim ini.

De Ligt kemudian berkomentar tentang upayanya untuk terus berkembang: "Seni bertahan selalu menyangka yang terburuk."

"Ada banyak pemain yang bertaruh, itu akan cocok untuk tim, tapi saya selalu berpikir 'bagaimana jika rekan satu tim saya kehilangan bola? Bagaimana jika dia [lawan] mendapatkan crossing ke dalam?"

Iklan
0