LIPUTAN AURELIUS BALAKOSA DARI SLEMAN
Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantoro merasa senang skema mematikan pergerakan Ruben Sanadi berhasil dijalankan dengan baik, sehingga mereka memetik kemenangan 2-1 atas Persebaya Surabaya di Stadion Maguwoharjo, Sabtu (13/7) malam WIB.
Seto mengungkapkan, sejak awal ia sudah mengantisipasi pergerakan Ruben yang memperlihatkan peran besarnya untuk Persebaya di beberapa pertandingan terakhir. Seto menugaskan pemain muda Irkham Zahrul Mila yang dilapis Bagus Nirwanto untuk mengawasi pergerakan Ruben.
“Instruksi berjalan mulus, terutama di babak kedua. Sejak awal saya minta mematikan serangan Persebaya yang bertumpu pada Ruben. Itu berhasil kami tutup. Gol terjadi karena kesalahan [Asyraq] Gufron dan Purwaka Yudhi. Beruntung kami bisa samakan kedudukan. Kelemahan di babak pertama berhasil diperbaiki,” jelas Seto.
“Kemenangan ini hasil kerja keras dan motivasi tinggi pemain. Kami bermaterikan pemain Liga 2, namun ingin menunjukkan kemampuan terbaik dan mengalahkan Persebaya. Aura pemain sangat positif, dan memiliki semangat berlipat di pertandingan ini.”
Seto menyoroti penampilan Guilherme Batata di pertandingan perdananya yang dimainkan sejak menit awal. Batata berhasil menguasai lini tengah, dan memberikan umpan berbahaya ke lini serang.
“Saya apresiasi penampilan Batata malam ini. Dia tampil cukup bagus. Mudah-mudahan ini awal bagus dan dia bisa lebih meningkat di pertandingan selanjutnya,” tambahnya.
Sementara itu, Gufron bersyukur PSS mendulang tiga angka untuk kali kedua berturut-turut. Gufron dimainkan untuk mengantikan peran Alfonso De La Cruz yang absen akibat akumulasi kartu.
“Melawan Persebaya merupakan pertandingan penting, dan ada semangat tersendiri. Saya lahir di Surabaya, dan ini pertandingan yang sangat saya tunggu. Saat pertandingan penting, keluarga, terutama ibu, pasti saya minta datang ke Sleman. Keluarga menambah motivasi di saat bertanding,” tambahnya.
“Ini merupakan musim perdana saya di Liga 1, dan saya ingin memberikan yang terbaik untuk PSS. Kemenangan ini berkat kerja keras semua pemain, dan tentu saja suporter PSS yang datang ke stadion.” (gk-18)


