Berita Live Scores
NXGN

Matheus Nascimento: Pemain Muda Bidikan Real Madrid Dengan Julukan 'Cavani Brasil'

17.51 WIB 24/01/22
Matheus Nascimento NXGN GFX
Usia Nascimento masih 17 tahun, namun kemampuannya sudah mantap dan disebut merupakan calon bintang masa depan.

Sulit untuk berpikir dunia sepakbola sudah mengalami perubahan. Klub yang tadinya bermain di divisi bawah kini tampil dalam babak gugur Liga Champions dan Copa Libertadores, sementara kesebelan tradisional berjuang untuk memenuhi kebutuhan serta berisiko terdegradasi.

Dari klub yang termasuk kategori terakhir, beberapa mencoba untuk membentuk skuad murah tapi tetap kompetitif. Sementara yang lain meilih menjual ke investor luar untuk menghidupkan kembali kekayaan mereka, seperti Botafogo yang baru-baru ini dibeli oleh pebisnis Amerika Serikat John Textor, yang juga merupakan satu di antara pemilik Crystal Palace.

Hanya saja, sebelum investor menyuntikkan uangnya, Botafogo sudah berharap masa depan yang lebih cerah kepada Matheus Nascimento. O Glorioso merupakan salah satu klub tradisional di Brasil, yang punya hall of fame dan mencakup legenda Brasil seperti Garrincha, Nilton Santos serta Jairzinho.

Kendati begitu, Botafogo belum memenangkan gelar nasional sejak 1995. Dalam prosesnya klub tersebut sudah terdegradasi tiga kali sejak pergantian abad dan mengumpulkan utang lebih dari $1 miliar (£131.5m/$180m).

Keadaan tersebut membuat suasana tidak kondusif untuk menghadirkan pemain muda berbakat dari akademi klub. Namun, Nascimento yang berusia 17 tahun telah ditugaskan membangun kembali Botafogo.

Rambutnya yang panjang dan perawakannya yang tinggi membuat Nascimento disebut sebagai 'Cavani Brasil'. Menariknya, penyerang Manchester United tersebut merupakan salah satu idolanya.

Bahkan, Botafogo sempat mengatur pertemuan saat Cavani membela Uruguay di Copa America Brasil. Tujuannya untuk melihat seberapa mirip fisik Nascimento dengan eks Paris Saint-Germain tersebut.

Kekuatan terbesar Nascimento adalah pergerakannya saat bermain sebagai penyerang tengah. Ia mampu menggunakan tubuhnya dalam membuka ruang untuk menyelesaikan peluang seperti beberapa pemain lain seusianya.

Teknik dan ketenangannya di depan gawang juga mengesankan. Lebih mantapnya lagi, ia rela meninggalkan area penalti untuk mencoba menciptakan peluang bagi pemain lain dengan gaya tradisional no.10.

Nascimento pertama kali ditemukan oleh pemandu bakat pada tahun 2015 di sebuah sekolah sepakbola yang didirikan oleh Botafogo di Niteroi.

Keluarga Nascimento tidak pernah merencanakan putra mereka menjadi pesepakbola profesional dan sebaliknya hanya ingin bocah itu bersenang-senang. Namun, bakatnya tidak akan pernah luput dari perhatian.

Tidak butuh lama untuk Botafogo menyadari kemampuan Nascimento usai mendaftar ke akademi klub. Ia dinilai punya masa depan cerah berkat kemampuannya yang mumpuni.

"Dia anak yang sangat tenang, sangat sederhana," kata ibunya, Katyane, kepada UOL pada 2019. "Kami banyak berbicara dengannya dan dia menangani semua hal yang telah terjadi dengan sangat baik."

"Dia adalah anak yang sangat pintar yang hanya suka bermain sepakbola dan permainan."

Setelah beberapa saat, Nascimento mulai menarik perhatian. Sering dipanggil ke tim kelompok usia Brasil, baik klub dari Eropa dan agen mulai mendekatinya dalam untuk memindahkannya dari Amerika Selatan.

Saat itulah Botafogo membuat rencana karier untuk Nascimento.“Botafogo melihat Matheus Nascimento sebagai aset. Dia adalah anak laki-laki yang menonjol untuk klub dan yang telah menjadi starter dan pencetak gol terbanyak untuk tim muda Brasil,” Tiano Gomes, manajer umum akademi Botafogo, mengatakan kepada UOL.

“Dia adalah atlet berpotensi tinggi, tetapi dia masih memiliki jalan panjang. Kami harus tenang, mengikuti perkembangan alami atlet.”

Proses itu membuat Nascimento melakukan debut profesionalnya pada September 2020 melawan Corinthians. Ia turun dari bangku cadangan pada sepuluh menit terakhir pertandingan Serie A.

Pada akhirnya Botafogo terdegradasi ke divisi kedua. Nascimento tetap menunjukkan kualitasnya untuk mempersiapkan diri menatap musim 2021.

Meski bermain untuk klub yang buruk, Nascimento jarang membuat kesalahan. Banyak yang berharap ia memainkan peran utama di Estadio Nilton Santos selama 12 bulan terakhir.

Botafogo bersikeras Nascimento harus mengikuti rencana yang ditetapkan. Meski sepanjang musim lalu ia bermain tiga kali saja dan secara teratur mengikuti latihan bersama skuad tim utama, dengan program khusus yang disesuaikan untuknya membangun kekuatan dan fisiknya.

Sekarang Nascimento merasa bahwa benar-benar akan membuat jejaknya di dunia sepakbola pada tahun ini. Botafogo kembali ke Serie A setelah mengamankan promosi pada bulan November lalu.

“Enderson [Moreira, manajer Botafogo] mencintai pemain itu, dia pikir dia di atas rata-rata,” kata Eduardo Freeland, direktur sepakbola klub, kepada Globo Esporte ketika ditanya tentang Nascimento pada Desember 2021.

"Kami banyak berdiskusi kapan yang terbaik baginya untuk bermain untuk U-20, dan kapan akan lebih baik baginya untuk tetap bersama tim utama. Kami memperlakukan tahun ini sebagai transisi."

Demi mengikuti rencana yang ditetapkan, Botafogo menolak tawaran €23 juta (£19m/$26m) dari klub Eropa yang namanya dirahasiakan. Botafogo ingin Nascimento untuk sekarang tidak ke mana-mana.

Real Madrid dan Atletico Madrid disebut-sebut sebagai pihak yang berpotensi memboyong Nascimento. Akan tetapi, tidak menutup kemungkinan klub Eropa lain yang merekrutnya dengan klausul rilis €50 juta (£ 42 juta / $ 57 juta).

Saat ini fokus utama Botafogo adalah memastikan harga yang pas untuk Nascimento. Penjualannya bakal memperkuat keuangan klub tersebut. ​