Materazzi Zidane Francia Italia Final Mundial Alemania 2006JOHN MACDOUGALL/AFP

Marco Materazzi Blak-Blakan Soal Ucapan Yang Buat Zinedine Zidane Marah Di Final Piala Dunia 2006

Marco Materazzi akhirnya membeberkan cerita lengkap tentang apa yang terjadi sehingga Zinedine Zidane menanduknya dalam final Piala Dunia 2006, hampir 14 tahun setelah insiden itu berlangsung.

Final Piala Dunia kala itu sebenarnya menjadi momen terakhir Zidane berkarier sebagai pemain, sayang harus ternoda dengan kartu merah yang diterimanya setelah melakukan tandukan ke arah Materazzi.

Selama bertahun-tahun, hanya ada desas-desus tentang apa sebenarnya yang telah diucapkan oleh Materazzi hingga membuat Zidane naik pitam.

Sekarang, eks bek Inter Milan berusia 46 tahun itu mengatakan bahwa reaksi itu timbul dari gesekan yang dialami keduanya selama pertandingan.

"Tandukan Zidane? Saya tidak menduganya waktu itu," ungkap Materazzi dalam wawancaranya dengan AS.

"Saya beruntung pada saat itu terkejut dengan aksi Zidane karena bila saya sudah bersiap terhadap aksi tersebut, saya yakin bahwa kami berdua akan dikartu merah."

"Setelah ia mencetak gol pertama Prancis, saya diminta pelatih [Marcello Lippi] untuk menjaganya. Setelah gesekan pertama di antara kami, saya meminta maaf namun reaksinya sangat buruk."

"Setelah gesekan ketiga, ia berkata:' Nanti saya akan berikan jersey milik saya untuk Anda'. Saya lalu membalas bahwa saya lebih memilih memiliki saudara perempuannya dibandingkan jersey miliknya."

Hanya saja, ucapannya kali ini berbeda dengan versi yang pernah diungkapkannya di masa lalu, yakni saat itu ia menyebutkan bahwa mengatakan "Anda bisa memberikan jersey Anda kepada saudara perempuan Anda."

Materazzi juga menegaskan dirinya sama sekali tidak pernah menghina ibunda Zidane, seperti yang kerap diberitakan, karena dirinya sendiri sudah kehilangan ibu saat remaja.

"Kata-kata saya memang bodoh, tapi saya tidak pantas mendapat reaksi seperti itu. Di lingkungan mana pun di Roma, Naples, Turin, Milan, Paris, saya pernah mendengar ucapan yang lebih buruk," lanjutnya.

"Saya membicarakan saudara perempuannya bukan ibunya, seperti yang saya baca di sejumlah surat kabar. Ibu saya meninggal saat saya masih remaja sehingga saya tak akan pernah melakukan penghinaan seperti itu."

Materazzi sukses membawa Italia mengalahkan Prancis, yang tanpa diperkuat Zidane dalam drama adu penalti, dengan eks bintang Inter itu ikut menjadi algojo penalti dan mempersembahkan gelar juara Piala Dunia keempat bagi negaranya.

Iklan
0