Anthony Martial senang telah memberi pengaruh bagi Prancis saat kembali ke skuad usai dua setengah tahun menepi kala juara dunia mengalahkan Kroasia 4-2 di UEFA Nations League.
Pelatih Prancis, Didier Deschamps memanggil Martial ke tim nasional untuk pertama kalinya sejak Maret 2018 selepas melewati musim 2019/20 yang mengesankan bersama Manchester United.
Sang penyerang berusia 24 tahun masuk sebagai pemain pengganti ketika Prancis menang 1-0 atas Swedia pekan lalu dan memenangkan penalti yang dieksekusi oleh Antoine Griezmann.
Dengan Kylian Mbappe yang absen dalam laga Rabu (9/9) dini hari WIB melawan Kroasia setelah dinyatakan positif COVID-19, Martial dipercaya main sebagai starter dan tampil cemerlang dengan mencatatkan satu assist.
"Sudah lama sejak saya terakhir bermain untuk Prancis dan penting bagi saya memiliki pertandingan yang bagus," kata Martial kepada TF1. "Saya berhasil mencetak gol dan memberikan assist. Kami menang dan saya sangat senang."
"Agak rumit bermain dengan tiga penyerang awalnya karena kami tidak menguasai bola, tapi setelah kami berhasil padu, kami tahu bagaimana cara menempatkan lawan dalam bahaya."
"Kemenangan ini hebat. Kami mencetak poin dan itu penting."
Prancis berupaya keras untuk mengamankan kemenangan atas Swedia dan Deschamps bertahan dengan formasi 3-4-3 melawan Kroasia, meski ia mengubah tujuh pemain dalam susunan skuadnya.
Deschamps berharap bisa mengatasi masalah dalam sistem pasukanannya menjelang Euro 2020 yang tertunda tahun depan.
"Ada baiknya kami mengalami kesulitan. Formasi ini baru dan kami tidak memiliki semua otomatisasi. Saya mengganti tujuh pemain dalam dua pertandingan, namun saya tidak mencari alasan," kata sang pelatih.
"Kami harus mengalami kesulitan sekarang. Juni 2021 [Euro] bukan waktunya untuk itu."
"Setiap orang bisa menganalisis sesuka mereka. Sistem ini memiliki kelebihan dan kekurangan, namun perlu mengulangi sistem ini untuk mengembangkan kebiasaan."


