Olympique Marseille tetap akan mengikuti Liga Champions musim 2020/21 meski sudah dinyatakan bersalah karena melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) dari UEFA.
Setelah finis di belakang Paris Saint-Germain yang menjadi kampiun Ligue 1 Prancis musim ini, yang dihentikan secara prematur karena pandemi COVID-19, Marseille sukses kembali meraih tiket menuju kompetisi antarklub utama Eropa tersebut setelah enam tahun absen.
Meski UEFA mengizinkan mereka untuk tetap berpartisipasi di Liga Champions musim depan, Marseille tetap menerima hukuman berupa pengurangan uang hadiah dari kompetisi sebesar 15 persen untuk dua musim ke depan, serta pendaftaran skuad mereka hanya dibatasi maksimal 23 pemain untuk tiga musim ke depan.
Selain itu, Marseille juga wajib membayar denda €3 juta sebagai bagian dari sanksi.
Marseille telah berada di bawah pengawasan UEFA karena mereka gagal mematuhi peringatan FFP sebelumnya yang diberikan kepada mereka oleh UEFA.
Klub yang bermarkas di Stade Velodrome itu sebelumnya membayar denda €2 dan sepakat untuk tidak melewati kerugian €30 juta musim ini sembari menyeimbangkan pengeluaran gaji pemain dengan pendapatan secara keseluruhan.
Dampaknya, pasukan Andre Villas-Boas harus lebih ketat dalam mengatur finansial mereka musim depan, setelah melewati kampanye 2019/20 di luar target dengan finis sebagai runner-up Ligue 1.


