OLEH DONNY AFRONI & PANDU PERSADA
Pelatih Persib Bandung Mario Gomez berharap wasit di Liga 1 2018 bisa bersikap lebih tegas, dan tidak segan mengeluarkan kartu bila terjadi permainan keras menjurus kasar.
Penilaian itu dikeluarkan Gomez setelah melihat sejumlah pertandingan di televisi. Menurut Gomez, ia tidak hanya berbicara pertandingan yang berkaitan dengan Persib.
“Saya memang baru di Indonesia, tapi kita harus meningkatkan kualitas permainan. Terlalu banyak permainan keras dan kasar, tapi saya tidak banyak melihat wasit mengeluarkan kartu kuning atau merah. Bukan cuma di Persib, tapi di semua pertandingan. Saya minta wasit untuk menjaga pemain,” tutur Gomez.
Persib akan menjalani laga sengit melawan Arema FC, Minggu (15/4), di Stadion Kanjuruhan. Gomez mengatakan, kekalahan Arema dari Borneo FC membuat Persib bakal menjalani laga sulit.
“Pertandingan Minggu nanti akan jadi laga sulit bagi kami sekaligus untuk mereka. Mereka ingin menang, dan kami juga ingin menang di laga tandang,” ujar Gomez.
Penggawa Persib kembali menjalani latihan kemarin sebagai persiapan menghadapi laga itu. Dua gelandang Kim Jefrey Kurniawan dan Victor Igbonefo mulai mengikuti latihan secara penuh. Mereka dimainkan dalam laga uji coba melawan tim U-19. Igbonefo yang dimainkan sejak awal mempunyai peluang tampil akhir pekan ini.
“Mungkin dia sudah bisa bermain bagus, tapi saya belum bisa memastikan apapun. Saya harus bicara lagi dengan dia. Bisa saja saya membutuhkan tenaganya, karena Bojan [Malisic] berpeluang tidak main. Untuk Kim, ini masih awal, karena baru saja pulih dari cederanya,” jelas Gomez.
Sementara itu, dokter tim M Rafi Ghani mengaku masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap Malisic. Rafi ingin memastikan pendarahan pada hidung sang pemain telah berhenti, sekaligus memastikan alur pernafasan tidak terganggu.
“Tampon [alat serap pendarahan] dibuka sore. Kami harus lihat satu-dua hari ke depan, dan mudah-mudahan tidak ada apa-apa. Kami juga siapkan topeng untuk melindung wajah supaya meminimalisir trauma di bagian hidungnya,” kata Rafi. (gk-68)




