Insiden rasisme kembali terjadi di pertandingan Serie A Italia. Kali ini, Mario Balotelli menjadi korban saat striker Brescia itu bertanding menghadapi tuan rumah Hellas Verona di Stadio Marcantonio Bentegodi, Minggu (3/11).
Kejadian ini terjadi di awal babak kedua. Balotelli, yang mendengar ejekan rasialis dari suporter Verona, menendang bola ke arah tribune sebelum mengancam untuk meninggalkan lapangan.
Wasit kemudian menghentikan laga selama beberapa menit, sementara para pemain Verona dan Brescia membujuk Balotelli untuk tetap bermain. Pada akhirnya, eks striker Manchester City itu tetap melanjutkan permainan dan bahkan mencetak gol cantik di akhir laga kendati tak sampai menolong Brescia dari kekalahan 2-1.
Namun, selepas pertandingan, pelatih Verona Ivan Juric dan presiden klub Maurizio Setti mengklaim bahwa mereka tidak mendengar adanya ejekan rasialis di dalam stadion. "Saya tidak takut untuk mengatakannya. Hari ini, tidak ada ada ejekan rasialis," kata Juric.
Setti menambahkan, "Kami tidak mendengar apa pun. Fans Verona punya gairah tinggi, tapi mereka tidak rasialis. Jika ada, itu mungkin satu-dua orang dari 20 ribu fans. Kami siap mencari dan menghukum mereka karena kami mengutuk hal-hal seperti itu. Saya sudah bertemu Balotelli dan meminta maaf jika memang benar ada kejadian itu."
Adanya penyangkalan dari pihak Verona membuat Balotelli menyuarakan sindiran melalui akun Instagram miliknya.
"Terima kasih kepada teman-teman di dalam dan di luar lapangan atas solidaritasnya terhadap saya. Terima kasih kepada fans yang telah mengirim pesan dukungan kepada saya. Kalian telah menunjukkan bahwa diri Anda adalah pria sejati, tidak seperti mereka yang menyangkal kejadian itu," tulisnya.
Kekalahan ini bukan hanya membawa Brescia tetap duduk di zona degradasi Serie A, tapi juga membuat pelatih mereka, Eugenio Corino, dipecat klub.



